Piala FA: Paruh Babak Chelsea Unggul 1-0 Atas MU
Gol Chelsea dicetak oleh Eden Hazard pada menit ke-22 melalui titik putih..
Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Yogi Ardhi Cahyadi
Pelanggaran Phil Jones terhadap Striker Chlesea Eden Hazard yang berbuah penalti pada Laga Final FA Cup antara Chelsea melawan Manchester United di Wembley Stadium, London (FOTO : Nick Potts/AP)
Striker Chlesea Eden Hazard merayakan gol ke gawang MU pada Laga Final FA Cup antara Chelsea melawan Manchester United di Wembley Stadium, London (FOTO : Rui Vieira/AP)
Ekspresi manager Chelsea Antonio Conte dan manager Manchester United Jose Mourinho pada Laga Final FA Cup antara Chelsea melawan Manchester United di Wembley Stadium, London (FOTO : Lee Smith/Reuters)
Siluet winger MU Marcus Rashford dengan latar suporter Chelsea pada Laga Final FA Cup antara Chelsea melawan Manchester United di Wembley Stadium, London (FOTO : Tim Ireland/AP)
Tiemoue Bakayoko (kiri) dibayangi Nemanja Matic (kanan) pada Laga Final FA Cup antara Chelsea melawan Manchester United di Wembley Stadium, London (FOTO : Rui Vieira/AP)
Antonio Rudige (kiri) dan Alexis Sanchez (kanan) beduel pada Laga Final FA Cup antara Chelsea melawan Manchester United di Wembley Stadium, London (FOTO : Nick Potts/AP)
Phil Jones (kanan) dan Olivier Giroud (kiri) memburu bola pada Laga Final FA Cup antara Chelsea melawan Manchester United di Wembley Stadium, London (FOTO : Tim Ireland/AP)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Chelsea untuk sementara unggul 1-0 atas Manchester United pada akhir babak pertama final Piala FA, di Stadion Wembley, Sabtu (19/5). Gol Chelsea dicetak oleh Eden Hazard pada menit ke-22 melalui titik putih.
Bek Manchester United, Phil Jones, menjatuhkan Hazard di kotak penalti pada menit ke-21. Wasit pun memberikan hadiah tendangan penalti bagi Chelsea.
Hazard yang menjadi eksekutor tendangan penalti itu menjalankan tugasnya dengan baik. Arah bola mengecoh David De Gea. Setelah tendangan penalti tersebut pertandingan kembali berjalan dengan cepat.
sumber : Republika, AP Photo, Reuters