Polisi di antara asap gas air mata saat menangkap mahasiswa di area kampus Hong Kong Polytechnic University. Polisi mengepung kampus dengan ratusan mahasiswa pengunjukrasa di dalamnya (FOTO : Ng Han Guan/AP Photo)
Polisi menembakkan gas air mata saat menangkap mahasiswa di area kampus Hong Kong Polytechnic University. Polisi mengepung kampus dengan ratusan mahasiswa pengunjukrasa di dalamnya (FOTO : Ahmad Ibrahim/AP Photo)
Polisi menginjak-injak payung di area kampus Hong Kong Polytechnic University. Polisi mengepung kampus dengan ratusan mahasiswa pengunjukrasa di dalamnya (FOTO : EPA-EFE/FAZRY ISMAIL )
Mahasiswa pengunjukrasa lari saat dibubarkan polisidi area kampus Hong Kong Polytechnic University. Polisi mengepung kampus dengan ratusan mahasiswa pengunjukrasa di dalamnya (FOTO : Ng Han Guan/AP Photo)
Demonstran berjalan di antara kobaran api di area kampus Hong Kong Polytechnic University. Polisi mengepung kampus dengan ratusan mahasiswa pengunjukrasa di dalamnya (FOTO : Ng Han Guan/AP Photo)
Mahasiswa beristirahat di area kampus Hong Kong Polytechnic University. Polisi mengepung kampus dengan ratusan mahasiswa pengunjukrasa di dalamnya (FOTO : Thomas Peter/AP Photo)
Seorang pria meneriakkan slogan di hadapan polisi saat mencoba keluar dari area kampus Hong Kong Polytechnic University. Polisi mengepung kampus dengan ratusan mahasiswa pengunjukrasa di dalamnya (FOTO : Kin Cheung/AP Photo)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, HONGKONG -- Polisi Hong Kong menembakkan gas air mata dan peluru karet pada Senin (18/11), untuk mendorong balik para pemrotes antipemerintah yang mencoba melarikan diri dari sebuah universitas.
Di tempat ini ratusan orang bersembunyi dengan senjata bom bensin dan senjata rakitan lainnya.Penembakan itu berlangsung di tengah kekhawatiran bahwa bentrokan akan mengarah pada tindakan keras berdarah.
Puluhan orang berusaha melarikan diri dari Universitas Politeknik setelah malam sebelumnya kota yang dikuasai China itu diwarnai kekacauan. Jalan-jalan utama diblokir, sebuah jembatan dibakar dan seorang polisi ditembak dengan busur dan anak panah.
Para pengunjuk rasa berusaha melakukan pelarian lain pada sore hari tetapi diadang dengan lebih banyak tembakan gas air mata.
sumber : Republika, EPA-EFE, AP