Rabu 04 Dec 2019 18:36 WIB

Peternakan Leluhur di Lembah Lore (2)

.

Rep: Basri Marzuki/ Red: Yogi Ardhi

Suasana peternakan leluhur seluas 2.500 hektare di Desa Winowanga, Lore Timur, Poso, Sulawesi Tengah. (FOTO : Basri Marzuki/Antara)

Pengelola peternakan menggembala hewan ternaknya sambil mengendarai sepeda motor di peternakan leluhur di Desa Winowanga, Lore Timur, Poso, Sulawesi Tengah. (FOTO : Basri Marzuki/Antara)

Seorang penggembala mendekati hewan ternaknya di peternakan leluhur di Desa Winowanga, Lore Timur, Poso, Sulawesi Tengah. Meski dilepasliarkan, namun setiap penggembala dapat mendekati ternak itu dengan meneriakkan kata (FOTO : Basri Marzuki/Antara)

Sejumlah kerbau mencari makan di peternakan leluhur di Desa Winowanga, Lore Timur, Poso, Sulawesi Tengah. (FOTO : Basri Marzuki/Antara)

Sejumlah keluarga pengelola peternakan luhur bersiap menyambut secara adat tamu yang akan datang di peternakan luhur di Desa Winowanga, Lore Timur, Poso, Sulawesi Tengah. (FOTO : Basri Marzuki/Antara)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, POSO -- Meski langgeng hingga kini, kearifan mengelola peternakan leluhur itu bukan tanpa masalah.

Persoalan bibit atau anakan kerbau dan sapi sering menjadi ganjalan utama. Angka fertilitas atau kelahiran hewan ternak di peternakan itu terbilang sangat rendah. Bagaimana tidak, jumlah ternak pejantan terhadap terhadap betina rasionya hanya 1:12, padahal idealnya adalah 1:5.

Perangkat Desa Winowanga pun berusaha turun tangan, namun keterbatasan dalam banyak hal tidak memberi solusi siginifikan bagi keberlanjutan peternakan leluhur itu.

“Sudah beberapa kali kami memohon kepada dinas terkait, namun hingga kini belum ada realisasinya,” ungkap Alpius Rangka, Kepala Desa Winowanga.

Dan kini, satu-satunya peternakan leluhur bernilai historis yang selalu mengundang decak kagum setiap pengunjung itu sedang “megap-megap” menjalani kehidupannya.

Kerbau dan sapi-sapi beserta penggembala dan tetua adatnya sedang “tertatih-tatih” melanggengkan cerita peradaban di daerah itu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement