Pekerja merawat tangki budi daya ikan nila di Ndarufarm, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/11). Budi daya ikan, udang dan sayuran yang menggunakan metode Recirculation Aquaculture System (RAS) Aquaponik tersebut merupakan inovasi untuk memaksimalkan fungsi air dan ruang sebagai media pemeliharaan. Dalam sekali panen, tempat budi daya tersebut mampu menghasilkan 2,8 ton ikan dan 80 kilogram sayuran serta dipasarkan ke sejumlah pasar di Pulau Jawa. (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Pekerja merawat tangki budi daya ikan nila di Ndarufarm, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/11). Budi daya ikan, udang dan sayuran yang menggunakan metode Recirculation Aquaculture System (RAS) Aquaponik tersebut merupakan inovasi untuk memaksimalkan fungsi air dan ruang sebagai media pemeliharaan. Dalam sekali panen, tempat budi daya tersebut mampu menghasilkan 2,8 ton ikan dan 80 kilogram sayuran serta dipasarkan ke sejumlah pasar di Pulau Jawa. (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Pekerja merawat kolam penyaring (filter) di Ndarufarm, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/11). Budi daya ikan, udang dan sayuran yang menggunakan metode Recirculation Aquaculture System (RAS) Aquaponik tersebut merupakan inovasi untuk memaksimalkan fungsi air dan ruang sebagai media pemeliharaan. Dalam sekali panen, tempat budi daya tersebut mampu menghasilkan 2,8 ton ikan dan 80 kilogram sayuran serta dipasarkan ke sejumlah pasar di Pulau Jawa. Foto: Abdan Syakura/Republika (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Pekerja membawa pakan ikan di Ndarufarm, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/11). Budi daya ikan, udang dan sayuran yang menggunakan metode Recirculation Aquaculture System (RAS) Aquaponik tersebut merupakan inovasi untuk memaksimalkan fungsi air dan ruang sebagai media pemeliharaan. Dalam sekali panen, tempat budi daya tersebut mampu menghasilkan 2,8 ton ikan dan 80 kilogram sayuran serta dipasarkan ke sejumlah pasar di Pulau Jawa. (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Pekerja menunjukkan udang galah di Ndarufarm, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/11). Budi daya ikan, udang dan sayuran yang menggunakan metode Recirculation Aquaculture System (RAS) Aquaponik tersebut merupakan inovasi untuk memaksimalkan fungsi air dan ruang sebagai media pemeliharaan. Dalam sekali panen, tempat budi daya tersebut mampu menghasilkan 2,8 ton ikan dan 80 kilogram sayuran serta dipasarkan ke sejumlah pasar di Pulau Jawa. Foto: Abdan Syakura/Republika (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Pekerja merawat sayuran selada di Ndarufarm, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/11). Budi daya ikan, udang dan sayuran yang menggunakan metode Recirculation Aquaculture System (RAS) Aquaponik tersebut merupakan inovasi untuk memaksimalkan fungsi air dan ruang sebagai media pemeliharaan. Dalam sekali panen, tempat budi daya tersebut mampu menghasilkan 2,8 ton ikan dan 80 kilogram sayuran serta dipasarkan ke sejumlah pasar di Pulau Jawa. Foto: Abdan Syakura/Republika (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Pekerja merawat sayuran selada di Ndarufarm, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/11). Budi daya ikan, udang dan sayuran yang menggunakan metode Recirculation Aquaculture System (RAS) Aquaponik tersebut merupakan inovasi untuk memaksimalkan fungsi air dan ruang sebagai media pemeliharaan. Dalam sekali panen, tempat budi daya tersebut mampu menghasilkan 2,8 ton ikan dan 80 kilogram sayuran serta dipasarkan ke sejumlah pasar di Pulau Jawa. Foto: Abdan Syakura/Republika (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Pekerja merawat sayuran selada di Ndarufarm, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/11). Budi daya ikan, udang dan sayuran yang menggunakan metode Recirculation Aquaculture System (RAS) Aquaponik tersebut merupakan inovasi untuk memaksimalkan fungsi air dan ruang sebagai media pemeliharaan. Dalam sekali panen, tempat budi daya tersebut mampu menghasilkan 2,8 ton ikan dan 80 kilogram sayuran serta dipasarkan ke sejumlah pasar di Pulau Jawa. Foto: Abdan Syakura/Republika (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Pekerja menunjukkan bibit sayuran selada di Ndarufarm, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/11). Budi daya ikan, udang dan sayuran yang menggunakan metode Recirculation Aquaculture System (RAS) Aquaponik tersebut merupakan inovasi untuk memaksimalkan fungsi air dan ruang sebagai media pemeliharaan. Dalam sekali panen, tempat budi daya tersebut mampu menghasilkan 2,8 ton ikan dan 80 kilogram sayuran serta dipasarkan ke sejumlah pasar di Pulau Jawa. Foto: Abdan Syakura/Republika (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Pekerja menunjukkan udang galah di Ndarufarm, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/11). Budi daya ikan, udang dan sayuran yang menggunakan metode Recirculation Aquaculture System (RAS) Aquaponik tersebut merupakan inovasi untuk memaksimalkan fungsi air dan ruang sebagai media pemeliharaan. Dalam sekali panen, tempat budi daya tersebut mampu menghasilkan 2,8 ton ikan dan 80 kilogram sayuran serta dipasarkan ke sejumlah pasar di Pulau Jawa. Foto: Abdan Syakura/Republika (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Pekerja menunjukkan udang galah di Ndarufarm, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/11). Budi daya ikan, udang dan sayuran yang menggunakan metode Recirculation Aquaculture System (RAS) Aquaponik tersebut merupakan inovasi untuk memaksimalkan fungsi air dan ruang sebagai media pemeliharaan. Dalam sekali panen, tempat budi daya tersebut mampu menghasilkan 2,8 ton ikan dan 80 kilogram sayuran serta dipasarkan ke sejumlah pasar di Pulau Jawa. Foto: Abdan Syakura/Republika (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pekerja merawat tangki budi daya ikan nila di Ndarufarm, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/11).
]Budi daya ikan, udang dan sayuran yang menggunakan metode Recirculation Aquaculture System (RAS) Aquaponik tersebut merupakan inovasi untuk memaksimalkan fungsi air dan ruang sebagai media pemeliharaan. Dalam sekali panen, tempat budi daya tersebut mampu menghasilkan 2,8 ton ikan dan 80 kilogram sayuran serta dipasarkan ke sejumlah pasar di Pulau Jawa.