Mengintip Kolektor 200 Radio Antik dari Bandung
Sebagian besar radio antik dari tahun 1939-1978 tersebut buatan Indonesia. .
Rep: Abdan Syakura/ Red: Mohamad Amin Madani
Kolektor sekaligus pelestari radio antik Denny Kusumah menunjukkan radio produksi Perusahaan Negara Ralin (Radio Listrik Indonesia) tahun 1952 di kediamannya di Jalan Golf Barat, Arcamanik, Kota Bandung, Senin (16/11). Denny Kusumah mengoleksi sedikitnya 200 radio antik dari tahun 1939-1978 yang sebagian besar buatan Indonesia dan berencana akan membuka museum radio antik di rumahnya pada Februari 2021 mendatang dengan tujuan untuk mengenalkan serta mengedukasi masyarakat mengenai sejarah radio di Indonesia. (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Kolektor sekaligus pelestari radio antik Denny Kusumah mencoba salah satu koleksi radio antik di kediamannya di Jalan Golf Barat, Arcamanik, Kota Bandung, Senin (16/11). Denny Kusumah mengoleksi sedikitnya 200 radio antik dari tahun 1939-1978 yang sebagian besar buatan Indonesia dan berencana akan membuka museum radio antik di rumahnya pada Februari 2021 mendatang dengan tujuan untuk mengenalkan serta mengedukasi masyarakat mengenai sejarah radio di Indonesia. (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Kolektor sekaligus pelestari radio antik Denny Kusumah mencoba salah satu koleksi radio antik di kediamannya di Jalan Golf Barat, Arcamanik, Kota Bandung, Senin (16/11). Denny Kusumah mengoleksi sedikitnya 200 radio antik dari tahun 1939-1978 yang sebagian besar buatan Indonesia dan berencana akan membuka museum radio antik di rumahnya pada Februari 2021 mendatang dengan tujuan untuk mengenalkan serta mengedukasi masyarakat mengenai sejarah radio di Indonesia. (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Kolektor sekaligus pelestari radio antik Denny Kusumah mencoba salah satu koleksi radio antik di kediamannya di Jalan Golf Barat, Arcamanik, Kota Bandung, Senin (16/11). Denny Kusumah mengoleksi sedikitnya 200 radio antik dari tahun 1939-1978 yang sebagian besar buatan Indonesia dan berencana akan membuka museum radio antik di rumahnya pada Februari 2021 mendatang dengan tujuan untuk mengenalkan serta mengedukasi masyarakat mengenai sejarah radio di Indonesia. Foto: Abdan Syakura/Republika (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Kolektor sekaligus pelestari radio antik Denny Kusumah mencoba salah satu koleksi radio antik di kediamannya di Jalan Golf Barat, Arcamanik, Kota Bandung, Senin (16/11). Denny Kusumah mengoleksi sedikitnya 200 radio antik dari tahun 1939-1978 yang sebagian besar buatan Indonesia dan berencana akan membuka museum radio antik di rumahnya pada Februari 2021 mendatang dengan tujuan untuk mengenalkan serta mengedukasi masyarakat mengenai sejarah radio di Indonesia. Foto: Abdan Syakura/Republika (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Kolektor sekaligus pelestari radio antik Denny Kusumah mencoba salah satu koleksi radio antik di kediamannya di Jalan Golf Barat, Arcamanik, Kota Bandung, Senin (16/11). Denny Kusumah mengoleksi sedikitnya 200 radio antik dari tahun 1939-1978 yang sebagian besar buatan Indonesia dan berencana akan membuka museum radio antik di rumahnya pada Februari 2021 mendatang dengan tujuan untuk mengenalkan serta mengedukasi masyarakat mengenai sejarah radio di Indonesia. Foto: Abdan Syakura/Republika (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Kolektor sekaligus pelestari radio antik Denny Kusumah mencoba salah satu koleksi radio antik di kediamannya di Jalan Golf Barat, Arcamanik, Kota Bandung, Senin (16/11). Denny Kusumah mengoleksi sedikitnya 200 radio antik dari tahun 1939-1978 yang sebagian besar buatan Indonesia dan berencana akan membuka museum radio antik di rumahnya pada Februari 2021 mendatang dengan tujuan untuk mengenalkan serta mengedukasi masyarakat mengenai sejarah radio di Indonesia. Foto: Abdan Syakura/Republika (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Kolektor sekaligus pelestari radio antik Denny Kusumah mencoba salah satu koleksi radio antik di kediamannya di Jalan Golf Barat, Arcamanik, Kota Bandung, Senin (16/11). Denny Kusumah mengoleksi sedikitnya 200 radio antik dari tahun 1939-1978 yang sebagian besar buatan Indonesia dan berencana akan membuka museum radio antik di rumahnya pada Februari 2021 mendatang dengan tujuan untuk mengenalkan serta mengedukasi masyarakat mengenai sejarah radio di Indonesia. Foto: Abdan Syakura/Republika (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
Kolektor sekaligus pelestari radio antik Denny Kusumah mencoba salah satu koleksi radio antik di kediamannya di Jalan Golf Barat, Arcamanik, Kota Bandung, Senin (16/11). Denny Kusumah mengoleksi sedikitnya 200 radio antik dari tahun 1939-1978 yang sebagian besar buatan Indonesia dan berencana akan membuka museum radio antik di rumahnya pada Februari 2021 mendatang dengan tujuan untuk mengenalkan serta mengedukasi masyarakat mengenai sejarah radio di Indonesia. (FOTO : ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kolektor sekaligus pelestari radio antik Denny Kusumah mencoba salah satu koleksi radio antik di kediamannya di Jalan Golf Barat, Arcamanik, Kota Bandung, Senin (16/11).
Denny Kusumah mengoleksi sedikitnya 200 radio antik dari tahun 1939-1978 yang sebagian besar buatan Indonesia dan berencana akan membuka museum radio antik di rumahnya pada Februari 2021 mendatang dengan tujuan untuk mengenalkan serta mengedukasi masyarakat mengenai sejarah radio di Indonesia.