Jumat 11 Dec 2020 04:49 WIB

Infografis Rentetan Pembunuhan Ilmuwan Iran

Fahrizadeh bukan ilmuwan pertama Iran yang dibunuh.

Foto: Rferl.org
Rentetan pembunuhan ilmuwan Iran.

REPUBLIKA.CO.ID,  Pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fahrizadeh memicu kemarahan Teheran. Iran menduga Israel berada di balik pembunuhan itu, meski belum ada bukti kuat untuk mengonfirmasi klaim tersebut. Fahrizadeh bukan ilmuwan pertama yang dibunuh. Berikut sejumlah ilmuwan Iran yang dibunuh atau meninggal secara misterius sejak 2007.

1. Mohsen Fahrizadeh (1961-2020)

Baca Juga

Fahrizadeh adalah anggota Garda Revolusi Iran. Ia disebut sebagai orang penting di balik nuklir Iran. Ia ditembak pada 27 November lalu. Ada yang sebut ia ditembak pria bersenjata. Laporan lain mengatakan, Fahrizadeh ditembak oleh senjata yang dikendalikan dari jarak jauh.

2. Mostafa Ahmadi Roshan (1979-2012)

Roshan merupakan seorang akademisi yang bekerja di fasilitas nuklir Natanz. Ia dibunuh pada Januari 2012 di dalam kendaraan. Seorang pengendara motor meletakkan bom magnetik di mobil Peugot 405 miliknya. Serangan juga menewaskan sopir Roshan.

3. Majid Shahriari (1966-2010)

Shahriari adalah ilmuwan nuklir yang bekerja sama dengan Organisasi Energi Atom Iran. Ia terbunuh dalam serangan bom di Teheran pada November 2010.

4. Massud Ali-Mohammadi (1959-2010)

Ali Mohammadi adalah profesor fisika di Universitas Teheran. Berdasarkan keterangan istrinya, ia terlibat secara rahasia dalam program nuklir Iran. Ia terbunuh pada Januari 2020 oleh ledakan bom.

5. Ardeshir Hosseinpur (2962-2007)

Hosseinpur adalah profesor fisika ahli di bidang elektromagnetik. Ia tewas pada Januari 2020 secara misterius. Sejumlah laporan menyebut ia dibunuh oleh serangan gas. Laporan lain mengatakan ia terbunuh oleh racun radiasi. Banyak pihak berspekulasi ia dibunuh oleh Israel, namun adiknya mengklaim Garda Revolusi Iran berada di balik pembunuhannya setelah Hosseinpur menolak bantu Iran buat senjata nuklir.

Sumber: Rferl.org

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement