Jumat 17 Sep 2021 13:11 WIB

Sekolah Ambruk di Kota Bogor (1)

Dua kelas ambruk pada bagian atap bangunan yang sudah tidak layak digunakan..

Rep: Putra M Akbar/ Red: Yogi Ardhi

Warga melihat kondisi ruangan kelas yang ambruk di SDN Otista, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/9). Sebanyak dua kelas ambruk pada bagian atap bangunan yang sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena kondisi kayu yang lapuk. (FOTO : Republika/Putra M. Akbar)

Warga melihat kondisi ruangan kelas yang ambruk di SDN Otista, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/9). Sebanyak dua kelas ambruk pada bagian atap bangunan yang sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena kondisi kayu yang lapuk. (FOTO : Republika/Putra M. Akbar)

Warga melihat kondisi ruangan kelas yang ambruk di SDN Otista, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/9). Sebanyak dua kelas ambruk pada bagian atap bangunan yang sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena kondisi kayu yang lapuk. (FOTO : Republika/Putra M. Akbar)

Warga melihat kondisi ruangan kelas yang ambruk di SDN Otista, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/9). Sebanyak dua kelas ambruk pada bagian atap bangunan yang sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena kondisi kayu yang lapuk. (FOTO : Republika/Putra M. Akbar)

Warga melihat kondisi ruangan kelas yang ambruk di SDN Otista, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/9). Sebanyak dua kelas ambruk pada bagian atap bangunan yang sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena kondisi kayu yang lapuk. (FOTO : Republika/Putra M. Akbar)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Refleksi guru yang melintas di dekat ruangan kelas yang ambruk di SDN Otista, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/9). Sebanyak dua kelas ambruk pada bagian atap bangunan yang sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena kondisi kayu yang lapuk. 

sumber : Republika
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement