Pengrajin Canting Batik di Pekalongan
Canting seharga antara Rp4.000-Rp5.000 telah terjual hingga ke New York.
Rep: Harviyan Perdana Putra/ Red: Yogi Ardhi
Perajin alat canting tulis, Amat Cahari memproduksi canting tulis di industri rumahan Poppy Canting di Kuripan Kertoharjo, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (2/2/2022). Menurut perajin, produksi canting tulis yang digunakan sebagai alat untuk membatik itu dilakukan sejak tahun 1968, dan dalam sehari ia mampu memproduksi 75 buah canting yang dijual seharga antara Rp4.000-Rp5.000 dan dipasarkan secara daring hingga ke New York. (FOTO : ANTARA/Harviyan Perdana Putra)
Perajin alat canting tulis, Amat Cahari memproduksi canting tulis di industri rumahan Poppy Canting di Kuripan Kertoharjo, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (2/2/2022). Menurut perajin, produksi canting tulis yang digunakan sebagai alat untuk membatik itu dilakukan sejak tahun 1968, dan dalam sehari ia mampu memproduksi 75 buah canting yang dijual seharga antara Rp4.000-Rp5.000 dan dipasarkan secara daring hingga ke New York. (FOTO : ANTARA/Harviyan Perdana Putra)
Perajin alat canting tulis, Amat Cahari memproduksi canting tulis di industri rumahan Poppy Canting di Kuripan Kertoharjo, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (2/2/2022). Menurut perajin, produksi canting tulis yang digunakan sebagai alat untuk membatik itu dilakukan sejak tahun 1968, dan dalam sehari ia mampu memproduksi 75 buah canting yang dijual seharga antara Rp4.000-Rp5.000 dan dipasarkan secara daring hingga ke New York. (FOTO : ANTARA/Harviyan Perdana Putra)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, PEKALONGAN -- Perajin alat canting tulis, Amat Cahari memproduksi canting tulis di industri rumahan Poppy Canting di Kuripan Kertoharjo, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (2/2/2022).
Menurut perajin, produksi canting tulis yang digunakan sebagai alat untuk membatik itu dilakukan sejak tahun 1968, dan dalam sehari ia mampu memproduksi 75 buah canting yang dijual seharga antara Rp4.000-Rp5.000 dan dipasarkan secara daring hingga ke New York.
sumber : Antara Foto