Ahad 01 May 2022 22:10 WIB

In Picture: Tradisi Apem Pudunan Leluhur, Menyambut Hari Raya Idul Fitri di Boyolali

Tradisi Pudunan sebagai rasa syukur masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 H..

Red: Mohamad Amin Madani

Sejumlah warga berdoa bersama pada tradisi Apem Pudunan Leluhur di lereng Gunung Merbabu, Sidorejo, Genting, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad (1/5/2022). Selain mendoakan para leluhur yang telah meninggal dunia, tradisi pudunan (turun) itu juga sebagai rasa syukur masyarakat atas berakhirnya bulan suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 H. (FOTO : ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho)

Warga membawa kue apem dan ketan pada Tradisi Apem Pudunan Leluhur di lereng Gunung Merbabu, Sidorejo, Genting, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad (1/5/2022). Selain mendoakan para leluhur yang telah meninggal dunia, tradisi pudunan (turun) itu juga sebagai rasa syukur masyarakat atas berakhirnya bulan suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 H. (FOTO : ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho)

REPUBLIKA.CO.ID,BOYOLALI -- Sejumlah warga berdoa bersama pada tradisi Apem Pudunan Leluhur di lereng Gunung Merbabu, Sidorejo, Genting, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad (1/5/2022).

Selain mendoakan para leluhur yang telah meninggal dunia, tradisi pudunan (turun) itu juga sebagai rasa syukur masyarakat atas berakhirnya bulan suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement