REPUBLIKA.CO.ID, Insiden penembakan di Texas, Amerika Serikat menewaskan 19 anak dan dua guru. Ini merupakan salah satu insiden mematikan dalam sejarah penembakan massal di negeri Paman Sam.
Upaya untuk membatasi ketat peredaran senjata di AS selalu terganjal. Salah satu tantangan itu yakni berasal dari Asosiasi Pemilik Senjata Nasional (NRA) yang merupakan salah satu lobi kuat di Kongres. Berikut fakta terkait NRA.
Pendiri
NRA didirikan oleh dua veteran perang sipil pada 1871. Tujuan pendirian untuk mendorong penggunaan senapan berbasis ilmiah salah satunya dengan mempromosikan olahraga menembak.
Menolak Perubahan Amendemen Kedua
Perubahan amendemen kedua di konstitusi AS melindungi hak untuk menyimpan dan menggunakan senjata. Pada 1934 NRA membuat semacam divisi untuk urusan legislatif.
Keanggotaan
Jumlah anggota NRA diyakini mencapai 5,5 juta orang, termasuk di antaranya mereka yang duduk di anggota dewan.
Kelompok Lobi Senjata
Pada 1975, NRA membuat kelompok lobi senjata, the Institute for Legislative Action. Tujuannya untuk memengaruhi kebijakan pemerintah. Pada 1977, mereka membuat semacam komite politik, Political Action Committe (PAC) untuk membiayai para legislator.
Anggaran Lobi NRA
Pada 2020 NRA dilaporkan telah menghabiskan 250 juta dolar AS jauh lebih besar dibanding dana yang disalurkan kelompok advokasi pembatasan senjata. NRA menghabiskan 3 juta dolar AS per tahun untuk memengaruhi kebijakan tentang senjata.
Tolak Larangan/Pembatasan Senjata
Lobi-lobi NRA menolak beragam upaya untuk membatasi/melarang pembelian senjata. NRA berpendapat, lebih banyak senjata membuat negara itu lebih aman.