Rabu 28 Sep 2022 16:42 WIB

Pengrajin Tahu di Babakan Ciparay Kurangai Volume Produksi

Hal ini akibat dari kenaikan harga kedelai dari Rp 10.500 menjadi Rp,12.800..

Rep: Abdan Syakura / Red: Yogi Ardhi

Perajin menata tahu di salah satu industri tahu rumahan di Gang Ibu Anah, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu (28/9/2022). Perajin industri tahu rumahan di kawasan tersebut menyatakan dampak dari kenaikan harga kedelai dari sebelumnya Rp10.500 ribu per kilogram menjadi Rp12.800 ribu per kilogram, membuat mereka terpaksa mengurangi jumlah produksi hingga 50 persen atau 10.000 potong tahu menjadi 5.000 potong tahu. (FOTO : REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Perajin memproduksi tahu di salah satu industri tahu rumahan di Gang Ibu Anah, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu (28/9/2022). Perajin industri tahu rumahan di kawasan tersebut menyatakan dampak dari kenaikan harga kedelai dari sebelumnya Rp10.500 ribu per kilogram menjadi Rp12.800 ribu per kilogram, membuat mereka terpaksa mengurangi jumlah produksi hingga 50 persen atau 10.000 potong tahu menjadi 5.000 potong tahu. (FOTO : REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Perajin memproduksi tahu di salah satu industri tahu rumahan di Gang Ibu Anah, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu (28/9/2022). Perajin industri tahu rumahan di kawasan tersebut menyatakan dampak dari kenaikan harga kedelai dari sebelumnya Rp10.500 ribu per kilogram menjadi Rp12.800 ribu per kilogram, membuat mereka terpaksa mengurangi jumlah produksi hingga 50 persen atau 10.000 potong tahu menjadi 5.000 potong tahu. (FOTO : REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Perajin memproduksi tahu di salah satu industri tahu rumahan di Gang Ibu Anah, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu (28/9/2022). Perajin industri tahu rumahan di kawasan tersebut menyatakan dampak dari kenaikan harga kedelai dari sebelumnya Rp10.500 ribu per kilogram menjadi Rp12.800 ribu per kilogram, membuat mereka terpaksa mengurangi jumlah produksi hingga 50 persen atau 10.000 potong tahu menjadi 5.000 potong tahu. (FOTO : REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Perajin memproduksi tahu di salah satu industri tahu rumahan di Gang Ibu Anah, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu (28/9/2022). Perajin industri tahu rumahan di kawasan tersebut menyatakan dampak dari kenaikan harga kedelai dari sebelumnya Rp10.500 ribu per kilogram menjadi Rp12.800 ribu per kilogram, membuat mereka terpaksa mengurangi jumlah produksi hingga 50 persen atau 10.000 potong tahu menjadi 5.000 potong tahu. (FOTO : REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Perajin memproduksi tahu di salah satu industri tahu rumahan di Gang Ibu Anah, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu (28/9/2022). Perajin industri tahu rumahan di kawasan tersebut menyatakan dampak dari kenaikan harga kedelai dari sebelumnya Rp10.500 ribu per kilogram menjadi Rp12.800 ribu per kilogram, membuat mereka terpaksa mengurangi jumlah produksi hingga 50 persen atau 10.000 potong tahu menjadi 5.000 potong tahu. (FOTO : REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Perajin menata tahu di salah satu industri tahu rumahan di Gang Ibu Anah, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu (28/9/2022).

Perajin industri tahu rumahan di kawasan tersebut mengurangi jumlah produksi hingga 50 persen atau 10.000 potong tahu menjadi 5.000 potong tahu.

Hal ini akibat dari kenaikan harga kedelai dari sebelumnya Rp10.500 ribu per kilogram menjadi Rp12.800 ribu per kilogram, membuat mereka terpaksa 

sumber : Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement