Ahad 22 Jan 2023 22:25 WIB

Pertemuan Bilateral Perdagangan Indonesia-Arab Saudi di Al Ula

Mendag menegaskan keinginan Indonesia untuk memperkuat kerjasama perdagangan. .

Red: Mohamad Amin Madani

Menteri Perdagangan Arab Saudi HE Dr Majid bin Abdullah Al-Qasabi bersama Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan berjabattangan disela jamuan makan di Al Ula, Ahad, Arab Saudi (22/1/2023). (FOTO : Dok.Republika)

Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan (kedua kanan), Menteri Perdagangan Arab Saudi HE Dr Majid bin Abdullah Al-Qasabi (ketiga kiri)bersama berbincang saat jamuan makan di Al Ula, Ahad, Arab Saudi (22/1/2023). (FOTO : Dok.Republika)

Menteri Perdagangan Arab Saudi HE Dr Majid bin Abdullah Al-Qasabi (kelima kiri), Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan (keempat kiri) berfoto bersama para pejabat kementeriansaat melakukan pertemuan di Al Ula pada Ahad, Arab Saudi (22/1/2023). (FOTO : Dok.Republika)

Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan (kiri), Menteri Perdagangan Arab Saudi HE Dr Majid bin Abdullah Al-Qasabi melakukan swafoto berlatar pemandangan perbukitan batu saat melakukan pertemuan di Al Ula pada Ahad, Arab Saudi (22/1/2023). (FOTO : Dok.Republika)

inline

REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH -- Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan bersama Menteri Perdagangan Arab Saudi melakukan pertemuan bilateral Arab Saudi-Indonesia di Al Ula pada Ahad (22/1).

Pertemuan bilateral dengan Mendag Arab Saudi yang membicarakan peningkatan hubungan dagang Indonesia dengan Arab Saudi di Al Ula berlangsung sekitar tiga jam. “Selama ini kami cukup malu kerjasama dengan Indonesia belum maksimal. Akan kami perbaiki ke depan.” Sambungnya.

Zulhas berharap pertemuan bersejarah ini dapat meningkatkan hubungan perdagangan Indonesia-Arab Saudi di masa mendatang. "Semoga persaudaraan ini berdampak pada kerjasama Indonesia dengan Arab Saudi yang jauh lebih baik di kemudian hari,” ungkap Zulhas.

Senada dengan pernyataan Mendag Saudi, Mendag Zulhas juga menegaskan keinginan pemerintah Indonesia untuk semakin memperkuat kerjasama dagang kedua negara. Pada tahun 2022, neraca perdagangan RI-Saudi mencapai USD 7 miliar. Masih defisit USD 3 miliar. Tetapi jika dikurangi sektor minyak dan gas, neraca perdagangan RI-Saudi surplus USD 1 miliar.

 

Menurut Zulhas, saat ini komitmen dan harapan pemerintah Indonesia adalah memperkuat aspek ekspor. Di samping itu, Indonesia juga ingin menjadikan Arab Saudi sebagai salah satu pasar utama produk-produk dari industri dan UMKM Indonesia, di antaranya dengan membangun pusat ritel modern di di Saudi.

“Dengan adanya gerai modern di Arab Saudi, maka upaya pelaku UKM untuk memasarkan produknya akan semakin mudah. Ini tentunya akan mendorong kinerja ekspor nasional," kata Mendag.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement