Kamis 07 Sep 2023 16:23 WIB

Tradisi Menyedot Air Sendangsari, Berbagi Air Bersih Saat Kemarau

Air bersih Sendangsari ini menghidupi lebih dari 50 KK warga Kalidadap 1 .

Rep: Wihdan Hidayat/ Red: Mohamad Amin Madani

Warga memperbaiki pipa untuk menyedot air bersih dari Sendangsari, Desa Sugihmanik, Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (7/9/2023). Musim kemarau pada tahun ini membuat kerepotan warga Sugihmanik. Hal ini dikarenakan anjloknya debit air Sendangsari, padahal sumber air ini merupakan tumpuan utama warga sekitar. Sekitar 300an pompa terpasang di sekeliling sumber air untuk menyedot dan menyalurkan ke rumah warga. Warga terpaksa menyedot secara bergantian untuk mendapatkan air bersih. Selain itu, juga membuat sumber air baru di sebelah lokasi sumber air yang lama. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Warga memperbaiki pipa untuk menyedot air bersih dari Sendangsari, Desa Sugihmanik, Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (7/9/2023). Musim kemarau pada tahun ini membuat kerepotan warga Sugihmanik. Hal ini dikarenakan anjloknya debit air Sendangsari, padahal sumber air ini merupakan tumpuan utama warga sekitar. Sekitar 300an pompa terpasang di sekeliling sumber air untuk menyedot dan menyalurkan ke rumah warga. Warga terpaksa menyedot secara bergantian untuk mendapatkan air bersih. Selain itu, juga membuat sumber air baru di sebelah lokasi sumber air yang lama. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Pompa air milik warga berjubel untuk menyedot air bersih dari Sendangsari, Desa Sugihmanik, Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (7/9/2023). Musim kemarau pada tahun ini membuat kerepotan warga Sugihmanik. Hal ini dikarenakan anjloknya debit air Sendangsari, padahal sumber air ini merupakan tumpuan utama warga sekitar. Sekitar 300an pompa terpasang di sekeliling sumber air untuk menyedot dan menyalurkan ke rumah warga. Warga terpaksa menyedot secara bergantian untuk mendapatkan air bersih. Selain itu, juga membuat sumber air baru di sebelah lokasi sumber air yang lama. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Ratusan pipa untuk menyedot air bersih dari Sendangsari, Desa Sugihmanik, Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (7/9/2023). Musim kemarau pada tahun ini membuat kerepotan warga Sugihmanik. Hal ini dikarenakan anjloknya debit air Sendangsari, padahal sumber air ini merupakan tumpuan utama warga sekitar. Sekitar 300an pompa terpasang di sekeliling sumber air untuk menyedot dan menyalurkan ke rumah warga. Warga terpaksa menyedot secara bergantian untuk mendapatkan air bersih. Selain itu, juga membuat sumber air baru di sebelah lokasi sumber air yang lama. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Warga mengambil air bersih menggunakan jeriken di Sendangsari, Desa Sugihmanik, Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (7/9/2023). Musim kemarau pada tahun ini membuat kerepotan warga Sugihmanik. Hal ini dikarenakan anjloknya debit air Sendangsari, padahal sumber air ini merupakan tumpuan utama warga sekitar. Sekitar 300an pompa terpasang di sekeliling sumber air untuk menyedot dan menyalurkan ke rumah warga. Warga terpaksa menyedot secara bergantian untuk mendapatkan air bersih. Selain itu, juga membuat sumber air baru di sebelah lokasi sumber air yang lama. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Warga memperbaiki pompa air untuk menyedot air bersih dari Sendangsari, Desa Sugihmanik, Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (7/9/2023). Musim kemarau pada tahun ini membuat kerepotan warga Sugihmanik. Hal ini dikarenakan anjloknya debit air Sendangsari, padahal sumber air ini merupakan tumpuan utama warga sekitar. Sekitar 300an pompa terpasang di sekeliling sumber air untuk menyedot dan menyalurkan ke rumah warga. Warga terpaksa menyedot secara bergantian untuk mendapatkan air bersih. Selain itu, juga membuat sumber air baru di sebelah lokasi sumber air yang lama. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Ratusan pompa air untuk menyedot air bersih dari Sendangsari, Desa Sugihmanik, Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (7/9/2023). Musim kemarau pada tahun ini membuat kerepotan warga Sugihmanik. Hal ini dikarenakan anjloknya debit air Sendangsari, padahal sumber air ini merupakan tumpuan utama warga sekitar. Sekitar 300an pompa terpasang di sekeliling sumber air untuk menyedot dan menyalurkan ke rumah warga. Warga terpaksa menyedot secara bergantian untuk mendapatkan air bersih. Selain itu, juga membuat sumber air baru di sebelah lokasi sumber air yang lama. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Warga melihat pompa air untuk menyedot air bersih dari Sendangsari, Desa Sugihmanik, Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (7/9/2023). Musim kemarau pada tahun ini membuat kerepotan warga Sugihmanik. Hal ini dikarenakan anjloknya debit air Sendangsari, padahal sumber air ini merupakan tumpuan utama warga sekitar. Sekitar 300an pompa terpasang di sekeliling sumber air untuk menyedot dan menyalurkan ke rumah warga. Warga terpaksa menyedot secara bergantian untuk mendapatkan air bersih. Selain itu, juga membuat sumber air baru di sebelah lokasi sumber air yang lama. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

Warga membuat sumber air baru menggunakan alat berat di sekitar Sendangsari, Desa Sugihmanik, Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (7/9/2023). Musim kemarau pada tahun ini membuat kerepotan warga Sugihmanik. Hal ini dikarenakan anjloknya debit air Sendangsari, padahal sumber air ini merupakan tumpuan utama warga sekitar. Sekitar 300an pompa terpasang di sekeliling sumber air untuk menyedot dan menyalurkan ke rumah warga. Warga terpaksa menyedot secara bergantian untuk mendapatkan air bersih. Selain itu, juga membuat sumber air baru di sebelah lokasi sumber air yang lama. (FOTO : Republika/Wihdan Hidayat)

inline

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Warga bersama anaknya menunggu waktu penyedotan air dari Sendang Padukan di Dusun Kalidadap 1, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Ahad (3/9/2023).

Tradisi menyedot air Sendang Padukan secara bersamaan saat kemarau menjadi tradisi warga Kalidadap 1 lebih dari 40 tahun lalu. Air bersih Sendang Padukan ini menghidupi lebih dari 50 KK warga Kalidadap 1 saat sumur warga mulai mengering. Puluhan selang air menjuntai dari sumber air sendang menuju rumah warga. Setiap sekali penyedotan warga bisa mendapatkan 3 galon air atau setara 42 liter. Uniknya untuk waktu dan jadwal penyedotan diatur oleh warga untuk menghindari konflik. Dan saat menyedot air juga harus bersama, kebijakan ini yang menurut warga bisa melanggengkan tradisi berbagi air bersih hingga kini.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement