Selasa 23 Apr 2024 12:13 WIB

Pemberantasan Buta Aksara di Lapas

30 orang ikuti membaca dan menulis.

Red: Tahta Aidilla

Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) menjadi tenaga pengajar baca tulis di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA, Kota Gorontalo, Gorontalo, Selasa (23/4/2024). Lapas Kelas IIA Gorontalo menjalankan program pemberantasan buta aksara yaitu membaca dan menulis bagi warga binan yang dilakukan empat kali dalam satu pekan yang diikuti oleh 30 orang dan dibagi dalam dua kelas belajar. (FOTO : ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

Sejumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengikuti kelas belajar baca tulis di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA, Kota Gorontalo, Gorontalo, Selasa (23/4/2024). Lapas Kelas IIA Gorontalo menjalankan program pemberantasan buta aksara yaitu membaca dan menulis bagi warga binan yang dilakukan empat kali dalam satu pekan yang diikuti oleh 30 orang dan dibagi dalam dua kelas belajar. (FOTO : ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

inline

REPUBLIKA.CO.ID,  GORONTALO. --  Warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengikuti kelas belajar baca tulis di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA, Kota Gorontalo, Gorontalo, Selasa (23/4/2024).

Lapas Kelas IIA Gorontalo menjalankan program pemberantasan buta aksara, yaitu membaca dan menulis bagi warga binan yang dilakukan empat kali dalam satu pekan, yang diikuti oleh 30 orang dan dibagi dalam dua kelas belajar.

sumber : ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement