Sabtu 30 Aug 2025 08:50 WIB

Sekolah hingga Rumah Ibadah di Oddar Meanchey Kamboja Rusak Akibat Konflik Perbatasan

Sejumlah fasilitas umum di Kamboja rusak terkena serangan udara Thailand.

Red: Edwin Dwi Putranto

Aparat keamanan menunjukkan ruang kelas Sekolah Dasar Ta Mun Sen Chey yang rusak akibat serangan udara Thailand di Pagoda Ta Mone Sen Chey, Oddar Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025). Pemerintah Kamboja menyebutkan lebih dari 200 bangunan, termasuk rumah warga, rumah ibadah, dan fasilitas umum, serta tujuh sekolah rusak akibat serangan udara Thailand dalam konflik perbatasan kedua negara. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Petugas Pusat Aksi Ranjau Kamboja (CMAC) menunjukkan bom MK-84 yang gagal meledak dan menimpa salah satu rumah warga di Desa Thmor Doun, Distrik Banteay Ompel, Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025). Pemerintah Kamboja menyebutkan lebih dari 200 bangunan, termasuk rumah warga, rumah ibadah, dan fasilitas umum, serta tujuh sekolah rusak akibat serangan udara Thailand dalam konflik perbatasan kedua negara. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Rumah ibadah rusak akibat serangan udara Thailand di Pagoda Ta Mone Sen Chey, Oddar Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025). Pemerintah Kamboja menyebutkan lebih dari 200 bangunan, termasuk rumah warga, rumah ibadah, dan fasilitas umum, serta tujuh sekolah rusak akibat serangan udara Thailand dalam konflik perbatasan kedua negara.  (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Kondisi rumah ibadah yang rusak akibat serangan udara Thailand di Pagoda Ta Mone Sen Chey, Oddar Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025). Pemerintah Kamboja menyebutkan lebih dari 200 bangunan, termasuk rumah warga, rumah ibadah, dan fasilitas umum, serta tujuh sekolah rusak akibat serangan udara Thailand dalam konflik perbatasan kedua negara.  (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Kondisi fasilitas kesehatan yang rusak terkena serangan udara Thailand di Oddar Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025). Pemerintah Kamboja menyebutkan lebih dari 200 bangunan, termasuk rumah warga, rumah ibadah, dan fasilitas umum, serta tujuh sekolah rusak akibat serangan udara Thailand dalam konflik perbatasan kedua negara.  (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Baju tenaga kesehatan terlihat di fasilitas kesehatan yang rusak terkena serangan udara Thailand di Oddar Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025). Pemerintah Kamboja menyebutkan lebih dari 200 bangunan, termasuk rumah warga, rumah ibadah, dan fasilitas umum, serta tujuh sekolah rusak akibat serangan udara Thailand dalam konflik perbatasan kedua negara.  (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Sisa pecahan bom dari serangan udara Thailand tergeletak di antara puing fasilitas kesehatan di Oddar Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025). Pemerintah Kamboja menyebutkan lebih dari 200 bangunan, termasuk rumah warga, rumah ibadah, dan fasilitas umum, serta tujuh sekolah rusak akibat serangan udara Thailand dalam konflik perbatasan kedua negara.  (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Sekolah Dasar Ta Mun Sen Chey rusak akibat serangan udara Thailand di Pagoda Ta Mone Sen Chey, Oddar Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025). Pemerintah Kamboja menyebutkan lebih dari 200 bangunan, termasuk rumah warga, rumah ibadah, dan fasilitas umum, serta tujuh sekolah rusak akibat serangan udara Thailand dalam konflik perbatasan kedua negara. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Ruang kelas di Sekolah Dasar Ta Mun Sen Chey yang rusak akibat serangan udara Thailand di Pagoda Ta Mone Sen Chey, Oddar Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025). Pemerintah Kamboja menyebutkan lebih dari 200 bangunan, termasuk rumah warga, rumah ibadah, dan fasilitas umum, serta tujuh sekolah rusak akibat serangan udara Thailand dalam konflik perbatasan kedua negara. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Warga berada di rumahnya di Desa Thmor Doun, Distrik Banteay Ompel, Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025). Lokasi ini menjadi salah satu wilayah yang diserang Thailand saat terjadinya konflik di perbatasan. Pemerintah Kamboja menyebutkan lebih dari 200 bangunan, termasuk rumah warga, rumah ibadah, dan fasilitas umum, serta tujuh sekolah rusak akibat serangan udara Thailand dalam konflik perbatasan kedua negara. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Jurnalis melihat bom MK-84 yang gagal meledak dan menimpa salah satu rumah warga di Desa Thmor Doun, Distrik Banteay Ompel, Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025). Pemerintah Kamboja menyebutkan lebih dari 200 bangunan, termasuk rumah warga, rumah ibadah, dan fasilitas umum, serta tujuh sekolah rusak akibat serangan udara Thailand dalam konflik perbatasan kedua negara. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Aparat keamanan berjaga di Oddar Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025). Pemerintah Kamboja menyebutkan lebih dari 200 bangunan, termasuk rumah warga, rumah ibadah, dan fasilitas umum, serta tujuh sekolah rusak akibat serangan udara Thailand dalam konflik perbatasan kedua negara. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, ODDAR MEANCHEY -- Sejumlah bangunan warga dan fasilitas umum rusak akibat serangan udara Thailand di Oddar Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025).

Pemerintah Kamboja menyebutkan lebih dari 200 bangunan, termasuk rumah warga, rumah ibadah, dan fasilitas umum, serta tujuh sekolah rusak akibat serangan udara Thailand dalam konflik perbatasan kedua negara. 

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement