Rabu 21 Jan 2026 15:30 WIB

Kurangi Risiko Banjir, Sudin SDA Jaksel Lakukan Pengerukan Sedimen Kali Cideng

Pengerukan kali dapat mempercepat surutnya banjir di wilayah terdampak.

Rep: Thoudy Badai/ Red: Edwin Dwi Putranto

Alat berat beroperasi untuk pengerukan sedimen lumpur di Kali Cideng, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Pengerukan sedimen lumpur tersebut dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya banjir akibat luapan kali saat curah hujan tinggi. Sudin SDA Jakarta Selatan menilai, pengerukan tersebut selain sebagai langkah antisipasi, juga dapat mempercepat surutnya banjir di wilayah terdampak hingga 3 jam. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Alat berat beroperasi untuk pengerukan sedimen lumpur di Kali Cideng, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Pengerukan sedimen lumpur tersebut dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya banjir akibat luapan kali saat curah hujan tinggi. Sudin SDA Jakarta Selatan menilai, pengerukan tersebut selain sebagai langkah antisipasi, juga dapat mempercepat surutnya banjir di wilayah terdampak hingga 3 jam. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Alat berat beroperasi untuk pengerukan sedimen lumpur di Kali Cideng, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Pengerukan sedimen lumpur tersebut dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya banjir akibat luapan kali saat curah hujan tinggi. Sudin SDA Jakarta Selatan menilai, pengerukan tersebut selain sebagai langkah antisipasi, juga dapat mempercepat surutnya banjir di wilayah terdampak hingga 3 jam. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Alat berat beroperasi untuk pengerukan sedimen lumpur di Kali Cideng, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Pengerukan sedimen lumpur tersebut dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya banjir akibat luapan kali saat curah hujan tinggi. Sudin SDA Jakarta Selatan menilai, pengerukan tersebut selain sebagai langkah antisipasi, juga dapat mempercepat surutnya banjir di wilayah terdampak hingga 3 jam. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Alat berat beroperasi untuk pengerukan sedimen lumpur di Kali Cideng, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Pengerukan sedimen lumpur tersebut dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya banjir akibat luapan kali saat curah hujan tinggi. Sudin SDA Jakarta Selatan menilai, pengerukan tersebut selain sebagai langkah antisipasi, juga dapat mempercepat surutnya banjir di wilayah terdampak hingga 3 jam. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Alat berat beroperasi untuk pengerukan sedimen lumpur di Kali Cideng, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Pengerukan sedimen lumpur tersebut dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya banjir akibat luapan kali saat curah hujan tinggi. Sudin SDA Jakarta Selatan menilai, pengerukan tersebut selain sebagai langkah antisipasi, juga dapat mempercepat surutnya banjir di wilayah terdampak hingga 3 jam. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Alat berat beroperasi untuk pengerukan sedimen lumpur di Kali Cideng, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Pengerukan sedimen lumpur tersebut dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya banjir akibat luapan kali saat curah hujan tinggi. Sudin SDA Jakarta Selatan menilai, pengerukan tersebut selain sebagai langkah antisipasi, juga dapat mempercepat surutnya banjir di wilayah terdampak hingga 3 jam. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Alat berat beroperasi untuk pengerukan sedimen lumpur di Kali Cideng, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Pengerukan sedimen lumpur tersebut dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya banjir akibat luapan kali saat curah hujan tinggi. Sudin SDA Jakarta Selatan menilai, pengerukan tersebut selain sebagai langkah antisipasi, juga dapat mempercepat surutnya banjir di wilayah terdampak hingga 3 jam. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alat berat beroperasi untuk pengerukan sedimen lumpur di Kali Cideng, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Pengerukan sedimen lumpur tersebut dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya banjir akibat luapan kali saat curah hujan tinggi.

Sudin SDA Jakarta Selatan menilai, pengerukan tersebut selain sebagai langkah antisipasi, juga dapat mempercepat surutnya banjir di wilayah terdampak hingga 3 jam.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement