Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu (kedua kiri) bersama Pjs Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi (ketiga kiri) saat melakukan pemantauan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) di Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/2/2026). OJK bekerja sama dengan BPS dan LPS mengadakan pemantauan SNLIK 2026 untuk mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang menyasar 75.000 responden di 38 provinsi dengan mencakup 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. (FOTO : Dok Republika)
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu (kedua kiri) bersama Pjs Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi (ketiga kiri) dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti (kiri) berbincang dengan warga saat melakukan pemantauan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) di Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/2/2026). OJK bekerja sama dengan BPS dan LPS mengadakan pemantauan SNLIK 2026 untuk mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang menyasar 75.000 responden di 38 provinsi dengan mencakup 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. (FOTO : Dok Republika)
Warga menjawab pertanyaan petugas pendata lapangan saat Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) di Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/2/2026). OJK bekerja sama dengan BPS dan LPS mengadakan pemantauan SNLIK 2026 untuk mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang menyasar 75.000 responden di 38 provinsi dengan mencakup 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. (FOTO : Dok Republika)
Warga menjawab pertanyaan petugas pendata lapangan saat Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) di Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/2/2026). OJK bekerja sama dengan BPS dan LPS mengadakan pemantauan SNLIK 2026 untuk mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang menyasar 75.000 responden di 38 provinsi dengan mencakup 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. (FOTO : Dok Republika)
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu saat melakukan pemantauan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) di Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/2/2026). OJK bekerja sama dengan BPS dan LPS mengadakan pemantauan SNLIK 2026 untuk mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang menyasar 75.000 responden di 38 provinsi dengan mencakup 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. (FOTO : Dok Republika)
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu (kedua kanan) bersama Pjs Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi (ketiga kanan) dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti (kanan) berbincang dengan warga saat melakukan pemantauan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) di Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/2/2026). OJK bekerja sama dengan BPS dan LPS mengadakan pemantauan SNLIK 2026 untuk mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang menyasar 75.000 responden di 38 provinsi dengan mencakup 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. (FOTO : Dok Republika)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu bersama Pjs Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti melakukan pemantauan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) di Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/2/2026).
OJK bekerja sama dengan BPS dan LPS mengadakan pemantauan SNLIK 2026 untuk mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang menyasar 75.000 responden di 38 provinsi dengan mencakup 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
sumber : Republika