Rabu 01 Apr 2026 15:53 WIB

Sampah Setinggi 6 Meter Masih Menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati

Tumpukan sampah didominasi oleh sampah sayuran dan buah.

Rep: prayogi/ Red: Edwin Dwi Putranto

Pekerja beraktivitas di dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Hingga saat ini, kondisi sampah masih tampak menggunung dengan ketinggian yang mencapai sekitar enam meter. Tumpukan sampah tersebut didominasi oleh sampah sayuran dan buah. Berdasarkan pantauan Republika di lokasi sejak pukul 10.45 hingga 11.45 WIB, belum terlihat adanya truk yang mengangkut sampah untuk dibuang ke lokasi pengolahan selanjutnya maupun ke TPST Bantargebang. Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan di area pasar. (FOTO : Republika/Prayogi)

Pekerja beraktivitas di dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Hingga saat ini, kondisi sampah masih tampak menggunung dengan ketinggian yang mencapai sekitar enam meter. Tumpukan sampah tersebut didominasi oleh sampah sayuran dan buah. Berdasarkan pantauan Republika di lokasi sejak pukul 10.45 hingga 11.45 WIB, belum terlihat adanya truk yang mengangkut sampah untuk dibuang ke lokasi pengolahan selanjutnya maupun ke TPST Bantargebang. Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan di area pasar. (FOTO : Republika/Prayogi)

Pemulung melintas di dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Hingga saat ini, kondisi sampah masih tampak menggunung dengan ketinggian yang mencapai sekitar enam meter. Tumpukan sampah tersebut didominasi oleh sampah sayuran dan buah. Berdasarkan pantauan Republika di lokasi sejak pukul 10.45 hingga 11.45 WIB, belum terlihat adanya truk yang mengangkut sampah untuk dibuang ke lokasi pengolahan selanjutnya maupun ke TPST Bantargebang. Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan di area pasar. (FOTO : Republika/Prayogi)

Pekerja beristirahat di dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Hingga saat ini, kondisi sampah masih tampak menggunung dengan ketinggian yang mencapai sekitar enam meter. Tumpukan sampah tersebut didominasi oleh sampah sayuran dan buah. Berdasarkan pantauan Republika di lokasi sejak pukul 10.45 hingga 11.45 WIB, belum terlihat adanya truk yang mengangkut sampah untuk dibuang ke lokasi pengolahan selanjutnya maupun ke TPST Bantargebang. Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan di area pasar. (FOTO : Republika/Prayogi)

Pekerja beraktivitas di dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Hingga saat ini, kondisi sampah masih tampak menggunung dengan ketinggian yang mencapai sekitar enam meter. Tumpukan sampah tersebut didominasi oleh sampah sayuran dan buah. Berdasarkan pantauan Republika di lokasi sejak pukul 10.45 hingga 11.45 WIB, belum terlihat adanya truk yang mengangkut sampah untuk dibuang ke lokasi pengolahan selanjutnya maupun ke TPST Bantargebang. Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan di area pasar. (FOTO : Republika/Prayogi)

Kendaraan melintas di dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Hingga saat ini, kondisi sampah masih tampak menggunung dengan ketinggian yang mencapai sekitar enam meter. Tumpukan sampah tersebut didominasi oleh sampah sayuran dan buah. Berdasarkan pantauan Republika di lokasi sejak pukul 10.45 hingga 11.45 WIB, belum terlihat adanya truk yang mengangkut sampah untuk dibuang ke lokasi pengolahan selanjutnya maupun ke TPST Bantargebang. Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan di area pasar. (FOTO : Republika/Prayogi)

Pekerja beraktivitas di dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Hingga saat ini, kondisi sampah masih tampak menggunung dengan ketinggian yang mencapai sekitar enam meter. Tumpukan sampah tersebut didominasi oleh sampah sayuran dan buah. Berdasarkan pantauan Republika di lokasi sejak pukul 10.45 hingga 11.45 WIB, belum terlihat adanya truk yang mengangkut sampah untuk dibuang ke lokasi pengolahan selanjutnya maupun ke TPST Bantargebang. Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan di area pasar. (FOTO : Republika/Prayogi)

Kendaraan melintas di dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Hingga saat ini, kondisi sampah masih tampak menggunung dengan ketinggian yang mencapai sekitar enam meter. Tumpukan sampah tersebut didominasi oleh sampah sayuran dan buah. Berdasarkan pantauan Republika di lokasi sejak pukul 10.45 hingga 11.45 WIB, belum terlihat adanya truk yang mengangkut sampah untuk dibuang ke lokasi pengolahan selanjutnya maupun ke TPST Bantargebang. Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan di area pasar. (FOTO : Republika/Prayogi)

Sejumlah orang berjalan di dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Hingga saat ini, kondisi sampah masih tampak menggunung dengan ketinggian yang mencapai sekitar enam meter. Tumpukan sampah tersebut didominasi oleh sampah sayuran dan buah. Berdasarkan pantauan Republika di lokasi sejak pukul 10.45 hingga 11.45 WIB, belum terlihat adanya truk yang mengangkut sampah untuk dibuang ke lokasi pengolahan selanjutnya maupun ke TPST Bantargebang. Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan di area pasar. (FOTO : Republika/Prayogi)

Pekerja beraktivitas di dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Hingga saat ini, kondisi sampah masih tampak menggunung dengan ketinggian yang mencapai sekitar enam meter. Tumpukan sampah tersebut didominasi oleh sampah sayuran dan buah. Berdasarkan pantauan Republika di lokasi sejak pukul 10.45 hingga 11.45 WIB, belum terlihat adanya truk yang mengangkut sampah untuk dibuang ke lokasi pengolahan selanjutnya maupun ke TPST Bantargebang. Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan di area pasar. (FOTO : Republika/Prayogi)

Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Hingga saat ini, kondisi sampah masih tampak menggunung dengan ketinggian yang mencapai sekitar enam meter. Tumpukan sampah tersebut didominasi oleh sampah sayuran dan buah. Berdasarkan pantauan Republika di lokasi sejak pukul 10.45 hingga 11.45 WIB, belum terlihat adanya truk yang mengangkut sampah untuk dibuang ke lokasi pengolahan selanjutnya maupun ke TPST Bantargebang. Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan di area pasar. (FOTO : Republika/Prayogi)

Kendaraan melintas di dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Hingga saat ini, kondisi sampah masih tampak menggunung dengan ketinggian yang mencapai sekitar enam meter. Tumpukan sampah tersebut didominasi oleh sampah sayuran dan buah. Berdasarkan pantauan Republika di lokasi sejak pukul 10.45 hingga 11.45 WIB, belum terlihat adanya truk yang mengangkut sampah untuk dibuang ke lokasi pengolahan selanjutnya maupun ke TPST Bantargebang. Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan di area pasar. (FOTO : Republika/Prayogi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pekerja beraktivitas di dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Hingga saat ini, kondisi sampah masih tampak menggunung dengan ketinggian yang mencapai sekitar enam meter. Tumpukan sampah tersebut didominasi oleh sampah sayuran dan buah.

Berdasarkan pantauan Republika di lokasi sejak pukul 10.45 hingga 11.45 WIB, belum terlihat adanya truk yang mengangkut sampah untuk dibuang ke lokasi pengolahan selanjutnya maupun ke TPST Bantargebang. Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan di area pasar.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement