Senin 13 Apr 2026 15:01 WIB

Kerja Sama Pengembangan Layanan Produk Emas

BSI dan ANTAM tancap gas memperkuat industri bullion emas.

Red: Edwin Dwi Putranto

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna bersama Direktur Komersial ANTAM Handi Sutanto melakukan penandatangan kerja sana pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis di Jakarta, Senin (13/4/2026). BSI dan ANTAM tancap gas memperkuat industri bullion emas nasional. Sinergi dua BUMN ini diarahkan untuk mempercepat terbentuknya ekosistem emas terintegrasi sekaligus mendorong masyarakat beralih ke investasi emas yang lebih modern dan digital. (FOTO : Dok Republika)

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna bersama Direktur Komersial ANTAM Handi Sutanto melakukan penandatangan kerja sana pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis di Jakarta, Senin (13/4/2026). BSI dan ANTAM tancap gas memperkuat industri bullion emas nasional. Sinergi dua BUMN ini diarahkan untuk mempercepat terbentuknya ekosistem emas terintegrasi sekaligus mendorong masyarakat beralih ke investasi emas yang lebih modern dan digital. (FOTO : Dok Republika)

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna bersama Direktur Komersial ANTAM Handi Sutanto melakukan penandatangan kerja sana pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis di Jakarta, Senin (13/4/2026). BSI dan ANTAM tancap gas memperkuat industri bullion emas nasional. Sinergi dua BUMN ini diarahkan untuk mempercepat terbentuknya ekosistem emas terintegrasi sekaligus mendorong masyarakat beralih ke investasi emas yang lebih modern dan digital. (FOTO : Dok Republika)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna bersama Direktur Komersial ANTAM Handi Sutanto melakukan penandatangan kerja sana pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis di Jakarta, Senin (13/4/2026).

BSI dan ANTAM tancap gas memperkuat industri bullion emas nasional. Sinergi dua BUMN ini diarahkan untuk mempercepat terbentuknya ekosistem emas terintegrasi sekaligus mendorong masyarakat beralih ke investasi emas yang lebih modern dan digital.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement