Rabu 15 Apr 2026 15:02 WIB

Riset IHDC Soroti Dampak Gizi terhadap Daya Ingat Anak

Stunting dan anemia pengaruhi working memory anak.

Rep: Prayogi/ Red: Edwin Dwi Putranto

Ketua Dewan Pembina Indonesia Health Development Center (IHDC) Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek (kiri) menjawab pertanyaan bersama dengan Executive Director of Indonesia Health Development Center (IHDC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH (kanan) dalam acara penyampaian hasil studi IHDC di Jakarta, Rabu (15/4/2026). IHDC, sebagai organisasi independen di bidang kesehatan komunitas, didukung Danone Indonesia meluncurkan publikasi hasil studi berbasis data lokal yang membahas keterkaitan antara stunting, anemia defisiensi besi, serta asupan gizi dengan fungsi working memory anak usia sekolah. Dari hasil studi IHDC ini semakin memperkuat pentingnya peran berbagai pihak dalam memastikan pemenuhan gizi anak sejak dini. Sebagai riset berbasis data lokal, temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam mendorong upaya penanganan masalah gizi anak yang lebih terarah dan berkelanjutan, mulai dari pendekatan preventif, edukasi gizi, hingga penguatan peran keluarga dan lingkungan sekolah dalam membentuk kebiasaan makan sehat. (FOTO : Republika/Prayogi)

Executive Director of Indonesia Health Development Center (IHDC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH (dua kanan) menjawab pertanyaan dalam acara penyampaian hasil studi IHDC di Jakarta, Rabu (15/4/2026). IHDC, sebagai organisasi independen di bidang kesehatan komunitas, didukung Danone Indonesia meluncurkan publikasi hasil studi berbasis data lokal yang membahas keterkaitan antara stunting, anemia defisiensi besi, serta asupan gizi dengan fungsi working memory anak usia sekolah. Dari hasil studi IHDC ini semakin memperkuat pentingnya peran berbagai pihak dalam memastikan pemenuhan gizi anak sejak dini. Sebagai riset berbasis data lokal, temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam mendorong upaya penanganan masalah gizi anak yang lebih terarah dan berkelanjutan, mulai dari pendekatan preventif, edukasi gizi, hingga penguatan peran keluarga dan lingkungan sekolah dalam membentuk kebiasaan makan sehat. (FOTO : Republika/Prayogi)

President of Indonesian Nutrition Association, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K) menyampaikan paparan dalam acara penyampaian hasil studi IHDC di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Dari hasil studi IHDC ini semakin memperkuat pentingnya peran berbagai pihak dalam memastikan pemenuhan gizi anak sejak dini. (FOTO : Republika/Prayogi)

Influencer dan Ibu dari dua orang anak Putri Titian (kiri) menjawab pertanyaan pada acara penyampaian hasil studi Indonesia Health Development Center (IHDC) di Jakarta, Rabu (15/4/2026). IHDC, sebagai organisasi independen di bidang kesehatan komunitas, didukung Danone Indonesia meluncurkan publikasi hasil studi berbasis data lokal yang membahas keterkaitan antara stunting, anemia defisiensi besi, serta asupan gizi dengan fungsi working memory anak usia sekolah. Dari hasil studi IHDC ini semakin memperkuat pentingnya peran berbagai pihak dalam memastikan pemenuhan gizi anak sejak dini. Sebagai riset berbasis data lokal, temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam mendorong upaya penanganan masalah gizi anak yang lebih terarah dan berkelanjutan, mulai dari pendekatan preventif, edukasi gizi, hingga penguatan peran keluarga dan lingkungan sekolah dalam membentuk kebiasaan makan sehat. (FOTO : Republika/Prayogi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia Health Development Center (IHDC) menyampaikan hasil studi di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

IHDC, sebagai organisasi independen di bidang kesehatan komunitas, didukung Danone Indonesia meluncurkan publikasi hasil studi berbasis data lokal yang membahas keterkaitan antara stunting, anemia defisiensi besi, serta asupan gizi dengan fungsi working memory anak usia sekolah.

Dari hasil studi IHDC ini semakin memperkuat pentingnya peran berbagai pihak dalam memastikan pemenuhan gizi anak sejak dini. Sebagai riset berbasis data lokal, temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam mendorong upaya penanganan masalah gizi anak yang lebih terarah dan berkelanjutan, mulai dari pendekatan preventif, edukasi gizi, hingga penguatan peran keluarga dan lingkungan sekolah dalam membentuk kebiasaan makan sehat.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement