Selasa 28 Apr 2026 23:00 WIB

17 Korban Kecelakaan Kereta Jalani Perawatan Intensif di RSUD Bekasi

KAI menanggung seluruh biaya pengobatan korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Red: Edwin Dwi Putranto

Kerabat memeluk korban kecelakaan kereta api yang dirawat di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh biaya pengobatan hingga pemakaman korban meninggal dunia pada insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam, ditanggung secara penuh oleh asuransi dan KAI. (FOTO : ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya)

Suasana di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). RSUD Kota Bekasi mencatat sebanyak 17 orang korban kecelakaan KRL dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan intensif dan rawat inap. Para korban rata-rata menderita luka patah tulang (fraktur) yang memerlukan tindakan operasi serta luka memar serius di berbagai bagian tubuh. (FOTO : Republika/Prayogi)

Warga melihat daftar nama korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). RSUD Kota Bekasi mencatat sebanyak 17 orang korban kecelakaan KRL dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan intensif dan rawat inap. Para korban rata-rata menderita luka patah tulang (fraktur) yang memerlukan tindakan operasi serta luka memar serius di berbagai bagian tubuh. (FOTO : Republika/Prayogi)

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono saat menjenguk korban kecelakaan kereta api di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). RSUD Kota Bekasi mencatat sebanyak 17 orang korban kecelakaan KRL dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan intensif dan rawat inap. Para korban rata-rata menderita luka patah tulang (fraktur) yang memerlukan tindakan operasi serta luka memar serius di berbagai bagian tubuh. (FOTO : Republika/Prayogi)

Suasana di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). RSUD Kota Bekasi mencatat sebanyak 17 orang korban kecelakaan KRL dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan intensif dan rawat inap. Para korban rata-rata menderita luka patah tulang (fraktur) yang memerlukan tindakan operasi serta luka memar serius di berbagai bagian tubuh. (FOTO : Republika/Prayogi)

Suasana di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). RSUD Kota Bekasi mencatat sebanyak 17 orang korban kecelakaan KRL dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan intensif dan rawat inap. Para korban rata-rata menderita luka patah tulang (fraktur) yang memerlukan tindakan operasi serta luka memar serius di berbagai bagian tubuh. (FOTO : Republika/Prayogi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Kerabat memeluk korban kecelakaan kereta api yang dirawat di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

RSUD Kota Bekasi mencatat sebanyak 17 orang korban kecelakaan KRL dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan intensif dan rawat inap. Para korban rata-rata menderita luka patah tulang (fraktur) yang memerlukan tindakan operasi serta luka memar serius di berbagai bagian tubuh.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh biaya pengobatan hingga pemakaman korban meninggal dunia pada insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam, ditanggung secara penuh oleh asuransi dan KAI.

sumber : Republika, Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement