Santriwati menukarkan sampah plastik di kios daur ulang di Pondok Pesantren Hafidz Center Indonesia Bekasi, Jumat (19/6/2026). BSI mengusung konsep ekonomi sirkular dengan menghadirkan program Waste Management yang memberdayakan mustahik serta mengajak masyarakat mengubah sampah anorganik menjadi aset bernilai melalui Tabungan BSI Emas. Program ini bertujuan untuk memperkuat peran keuangan syariah sebagai solusi atas berbagai tantangan sosial dan lingkungan. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta (ketiga kanan) bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Iddy Muzayyad (kedua kanan), dan National Project Coordinator UNDP Indonesia Made Dwi Rani (kanan), saat peresmian program Green Zakat BSI Waste Management di Pondok Pesantren Hafidz Center Indonesia Bekasi, Jumat (19/6/2026). BSI mengusung konsep ekonomi sirkular dengan menghadirkan program Waste Management yang memberdayakan mustahik serta mengajak masyarakat mengubah sampah anorganik menjadi aset bernilai melalui Tabungan BSI Emas. Program ini bertujuan untuk memperkuat peran keuangan syariah sebagai solusi atas berbagai tantangan sosial dan lingkungan. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta (ketiga kiri) bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Iddy Muzayyad (kanan), melihat kios daur ulang sampah saat peresmian program Green Zakat BSI Waste Management di Pondok Pesantren Hafidz Center Indonesia Bekasi, Jumat (19/6/2026). BSI mengusung konsep ekonomi sirkular dengan menghadirkan program Waste Management yang memberdayakan mustahik serta mengajak masyarakat mengubah sampah anorganik menjadi aset bernilai melalui Tabungan BSI Emas. Program ini bertujuan untuk memperkuat peran keuangan syariah sebagai solusi atas berbagai tantangan sosial dan lingkungan. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Santriwati menukarkan sampah plastik di kios daur ulang di Pondok Pesantren Hafidz Center Indonesia Bekasi, Jumat (19/6/2026). BSI mengusung konsep ekonomi sirkular dengan menghadirkan program Waste Management yang memberdayakan mustahik serta mengajak masyarakat mengubah sampah anorganik menjadi aset bernilai melalui Tabungan BSI Emas. Program ini bertujuan untuk memperkuat peran keuangan syariah sebagai solusi atas berbagai tantangan sosial dan lingkungan. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Santriwati menukarkan sampah plastik di kios daur ulang di Pondok Pesantren Hafidz Center Indonesia Bekasi, Jumat (19/6/2026). BSI mengusung konsep ekonomi sirkular dengan menghadirkan program Waste Management yang memberdayakan mustahik serta mengajak masyarakat mengubah sampah anorganik menjadi aset bernilai melalui Tabungan BSI Emas. Program ini bertujuan untuk memperkuat peran keuangan syariah sebagai solusi atas berbagai tantangan sosial dan lingkungan. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Santriwati menukarkan sampah plastik di kios daur ulang di Pondok Pesantren Hafidz Center Indonesia Bekasi, Jumat (19/6/2026).
BSI mengusung konsep ekonomi sirkular dengan menghadirkan program Waste Management yang memberdayakan mustahik serta mengajak masyarakat mengubah sampah anorganik menjadi aset bernilai melalui Tabungan BSI Emas. Program ini bertujuan untuk memperkuat peran keuangan syariah sebagai solusi atas berbagai tantangan sosial dan lingkungan.
sumber : Republika