Senin 29 Jun 2026 22:15 WIB

Perajin Tas Kulit di Tengah Dinamika Kredit UMKM

Kualitas kredit UMKM masih tertekan meski penyaluran membaik.

Rep: Thoudy Badai/ Red: Edwin Dwi Putranto

Perajin menyelesaikan pesanan tas di bengkel kerja UMKM tas kulit Biyantie di kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (29/6/2026). Kualitas kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menghadapi tekanan. Bank Indonesia (BI) mencatat, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) UMKM meningkat menjadi 4,68% pada Mei 2026, naik dari 4,62% pada April 2026. Di sisi lain, penyaluran kredit UMKM memang mulai menunjukkan perbaikan. Hingga Mei 2026, kredit UMKM tumbuh 0,6% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April yang sebesar 0,2% yoy. (FOTO : Republika/Prayogi)

Perajin menyelesaikan pesanan tas di bengkel kerja UMKM tas kulit Biyantie di kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (29/6/2026). Kualitas kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menghadapi tekanan. Bank Indonesia (BI) mencatat, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) UMKM meningkat menjadi 4,68% pada Mei 2026, naik dari 4,62% pada April 2026. Di sisi lain, penyaluran kredit UMKM memang mulai menunjukkan perbaikan. Hingga Mei 2026, kredit UMKM tumbuh 0,6% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April yang sebesar 0,2% yoy. (FOTO : Republika/Prayogi)

Perajin menyelesaikan pesanan tas di bengkel kerja UMKM tas kulit Biyantie di kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (29/6/2026). Kualitas kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menghadapi tekanan. Bank Indonesia (BI) mencatat, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) UMKM meningkat menjadi 4,68% pada Mei 2026, naik dari 4,62% pada April 2026. Di sisi lain, penyaluran kredit UMKM memang mulai menunjukkan perbaikan. Hingga Mei 2026, kredit UMKM tumbuh 0,6% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April yang sebesar 0,2% yoy. (FOTO : Republika/Prayogi)

Perajin menyelesaikan pesanan tas di bengkel kerja UMKM tas kulit Biyantie di kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (29/6/2026). Kualitas kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menghadapi tekanan. Bank Indonesia (BI) mencatat, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) UMKM meningkat menjadi 4,68% pada Mei 2026, naik dari 4,62% pada April 2026. Di sisi lain, penyaluran kredit UMKM memang mulai menunjukkan perbaikan. Hingga Mei 2026, kredit UMKM tumbuh 0,6% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April yang sebesar 0,2% yoy. (FOTO : Republika/Prayogi)

Perajin menyelesaikan pesanan tas di bengkel kerja UMKM tas kulit Biyantie di kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (29/6/2026). Kualitas kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menghadapi tekanan. Bank Indonesia (BI) mencatat, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) UMKM meningkat menjadi 4,68% pada Mei 2026, naik dari 4,62% pada April 2026. Di sisi lain, penyaluran kredit UMKM memang mulai menunjukkan perbaikan. Hingga Mei 2026, kredit UMKM tumbuh 0,6% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April yang sebesar 0,2% yoy. (FOTO : Republika/Prayogi)

Perajin menyelesaikan pesanan tas di bengkel kerja UMKM tas kulit Biyantie di kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (29/6/2026). Kualitas kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menghadapi tekanan. Bank Indonesia (BI) mencatat, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) UMKM meningkat menjadi 4,68% pada Mei 2026, naik dari 4,62% pada April 2026. Di sisi lain, penyaluran kredit UMKM memang mulai menunjukkan perbaikan. Hingga Mei 2026, kredit UMKM tumbuh 0,6% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April yang sebesar 0,2% yoy. (FOTO : Republika/Prayogi)

Perajin menyelesaikan pesanan tas di bengkel kerja UMKM tas kulit Biyantie di kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (29/6/2026). Kualitas kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menghadapi tekanan. Bank Indonesia (BI) mencatat, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) UMKM meningkat menjadi 4,68% pada Mei 2026, naik dari 4,62% pada April 2026. Di sisi lain, penyaluran kredit UMKM memang mulai menunjukkan perbaikan. Hingga Mei 2026, kredit UMKM tumbuh 0,6% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April yang sebesar 0,2% yoy. (FOTO : Republika/Prayogi)

Perajin menyelesaikan pesanan tas di bengkel kerja UMKM tas kulit Biyantie di kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (29/6/2026). Kualitas kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menghadapi tekanan. Bank Indonesia (BI) mencatat, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) UMKM meningkat menjadi 4,68% pada Mei 2026, naik dari 4,62% pada April 2026. Di sisi lain, penyaluran kredit UMKM memang mulai menunjukkan perbaikan. Hingga Mei 2026, kredit UMKM tumbuh 0,6% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April yang sebesar 0,2% yoy. (FOTO : Republika/Prayogi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perajin menyelesaikan pesanan tas di bengkel kerja UMKM tas kulit Biyantie di kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Kualitas kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menghadapi tekanan. Bank Indonesia (BI) mencatat, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) UMKM meningkat menjadi 4,68 persen pada Mei 2026, naik dari 4,62 persen pada April 2026.

Di sisi lain, penyaluran kredit UMKM memang mulai menunjukkan perbaikan. Hingga Mei 2026, kredit UMKM tumbuh 0,6 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April yang sebesar 0,2 persen yoy.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement