Mengolah Sampah, Merawat Lingkungan Bersama
Warga Gandaria Utara Jaksel Sulap Sampah Organik Menjadi Kompos.
Rep: Thoudy Badai/ Red: Edwin Dwi Putranto
Petugas melayani warga yang membuang sampah organik ke dalam gerobak listrik Kompos Keliling (KOMLING) di RT11/RW07, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026). Setiap pagi, gerobak listrik KOMLING menyusuri gang-gang sempit di RT 11/RW 07 Gandaria Utara. Warga yang telah memilah sampah organik dari rumah menunggu kedatangannya. Di lingkungan ini, pengelolaan sampah dimulai bukan di tempat pembuangan akhir, melainkan dari halaman rumah masing-masing. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Satu per satu warga menyerahkan sisa sayuran, kulit buah, dan limbah dapur kepada petugas. Bagi mereka, memilah sampah bukan lagi pekerjaan tambahan, melainkan kebiasaan sehari-hari yang diyakini mampu mengurangi beban lingkungan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Berbeda dengan gerobak sampah konvensional, kendaraan listrik KOMLING dirancang khusus untuk mengangkut sampah organik menuju lokasi pengolahan. Inovasi sederhana ini menjadi simbol bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan cara yang lebih ramah lingkungan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Sesampainya di lokasi pengolahan, sampah organik dipilah kembali sebelum memasuki proses pengomposan. Apa yang sebelumnya dianggap tidak berguna perlahan berubah menjadi bahan yang akan menyuburkan tanaman. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Program KOMLING bukan sekadar mengangkut sampah, tetapi juga mengedukasi warga mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah. Kesadaran inilah yang menjadi fondasi perubahan di lingkungan permukiman. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Selain mengolah sampah organik menjadi kompos, warga juga memanfaatkan mesin Smart Geprek untuk mendaur ulang sampah plastik. Langkah ini memperluas upaya pengurangan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Program ini berjalan berkat keterlibatan warga. Dari memilah sampah, menyerahkan limbah organik, hingga mengolahnya menjadi kompos, semuanya dilakukan melalui semangat gotong royong yang tumbuh dari lingkungan sendiri. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Tumpukan kompos yang dihasilkan menjadi penanda bahwa perubahan tidak selalu membutuhkan teknologi besar atau kebijakan yang rumit. Berawal dari satu gerobak listrik dan kebiasaan memilah sampah, warga Gandaria Utara menunjukkan bahwa lingkungan yang lebih bersih dapat dibangun dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah meningkatnya persoalan sampah perkotaan, warga RT 11/RW 07 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari lingkungan terkecil. Melalui program Kompos Keliling (KOMLING), sampah organik rumah tangga tidak lagi berakhir di tempat pembuangan, tetapi diolah menjadi kompos yang bermanfaat. Inisiatif berbasis gotong royong ini juga menjadi ruang edukasi bagi warga untuk mengelola sampah sejak dari rumah.
sumber : Republika