Kamis 09 Jul 2026 05:00 WIB

Menjaga Warisan Ulos Karo, Tenun Tradisional yang Bertahan Sejak Abad ke-14

Kabupaten Karo dikenal sebagai kampung kerajinan ulos.

Red: Edwin Dwi Putranto

Perajin menenun kain ulos khas Karo di Kampung Ulos, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (8/7/2026). Selain dikenal sebagai sentra penghasil buah dan sayuran, Kabupaten Karo juga dikenal sebagai kampung kerajinan ulos yang telah ada sejak abad ke-14. (FOTO : ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Di tengah perkembangan industri tekstil modern, para perajin di Berastagi tetap mempertahankan teknik tenun tradisional sebagai bagian dari pelestarian budaya. Setiap helai ulos dikerjakan secara teliti melalui proses tenun manual, keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi di Kampung Ulos Berastagi. (FOTO : ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Ulos hasil tenunan dipasarkan dengan harga berkisar Rp150 ribu hingga Rp850 ribu per helai, menjadi sumber penghidupan sekaligus upaya menjaga keberlangsungan tradisi. Bagi masyarakat Karo, ulos bukan sekadar kain, tetapi simbol penghormatan, kasih sayang, dan bagian dari identitas budaya yang terus dijaga hingga kini. (FOTO : ANTARA FOTO/Yudi Manar)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, BERASTAGI -- Di Kampung Ulos, Berastagi, Kabupaten Karo, suara alat tenun bukan sekadar irama pekerjaan, tetapi juga penanda bahwa tradisi yang telah diwariskan sejak abad ke-14 masih terus hidup.

Di tangan para perajin, benang-benang dipintal menjadi ulos khas Karo yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya masyarakat Karo.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement