Kamis 16 Jul 2026 07:06 WIB

Saat Bendung Katulampa Menyusut, Warga Menemukan Ruang Baru di Dasar Sungai

Penyusutan debit air di Bendung Katulampa mulai terasa sejak memasuki musim kemarau.

Red: Edwin Dwi Putranto

Warga memancing saat debit air menyusut di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/7/2026). Tinggi Muka Air (TMA) sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Bogor menyusut hingga 10 cm yang disebabkan kawasan hulu atau Puncak, Bogor tidak mengalami hujan deras sejak musim kemarau di bulan Juli.  (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Musim kemarau mengubah wajah Bendung Katulampa. Deru air yang biasanya mengalir deras kini berganti hamparan batu-batu sungai yang muncul ke permukaan. Di sejumlah titik, aliran Sungai Ciliwung tampak menyempit, sementara sebagian dasar sungai yang selama ini tertutup air terlihat jelas. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Penyusutan debit air di Bendung Katulampa mulai terasa sejak memasuki musim kemarau pada awal Juli 2026. Berkurangnya curah hujan di kawasan hulu Sungai Ciliwung, terutama wilayah Puncak dan Bogor, membuat tinggi muka air (TMA) terus menurun hingga berada di kisaran 10 sentimeter atau level normal (Siaga 4). (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Surutnya air menghadirkan pemandangan yang berbeda. Batu-batu besar yang biasanya tersembunyi kini terlihat memenuhi dasar sungai. Endapan pasir membentuk hamparan baru di tepian bendung. Bagi warga sekitar, perubahan itu menghadirkan ruang terbuka yang jarang terlihat ketika musim hujan. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Sebagian warga terlihat memanfaatkan surutnya air untuk memancing. Pada musim kemarau, kondisi seperti ini memang kerap terjadi setiap tahun, terutama pada periode Juli hingga September ketika curah hujan di wilayah Bogor menurun drastis. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Meski terlihat tenang, petugas mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di sekitar bendung. Debit Sungai Ciliwung dapat berubah dengan cepat apabila hujan deras turun di kawasan hulu. Air yang semula dangkal bisa meningkat hanya dalam hitungan jam. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Fenomena surutnya aliran air di bendung Katulampa menjadi momen yang hanya dapat dijumpai ketika curah hujan di wilayah hulu menurun dalam waktu cukup lama. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Kemarau mengubah wajah Bendung Katulampa menjadi lebih sunyi, namun aktivitas warga justru menghadirkan kehidupan baru di tepian sungai. Bagi masyarakat sekitar, surutnya air bukan sekadar penanda musim, tetapi juga momen menikmati sisi lain Sungai Ciliwung yang jarang terlihat. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kemarau mengubah wajah Bendung Katulampa. Deru air yang biasanya mengalir deras kini berganti hamparan batu-batu sungai yang muncul ke permukaan. Di sejumlah titik, aliran Sungai Ciliwung tampak menyempit, sementara sebagian dasar sungai yang selama ini tertutup air terlihat jelas.

Penyusutan debit air di Bendung Katulampa mulai terasa sejak memasuki musim kemarau pada awal Juli 2026. Berkurangnya curah hujan di kawasan hulu Sungai Ciliwung, terutama wilayah Puncak dan Bogor, membuat tinggi muka air (TMA) terus menurun hingga berada di kisaran 10 sentimeter atau level normal (Siaga 4).

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement