Petugas menimbang sampah anorganik saat panen sampah di Bank Sampah Cempaka Buana, Kasihan, Bantul, DI Yogyakarta, Ahad (19/7/2026). Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pilah Berkah menginisiasi kegiatan tersebut untuk menghimpun sampah terpilah dari bank sampah unit tingkat RT dengan nilai jual berbeda sesuai jenisnya, seperti botol plastik Rp2.200 per kilogram dan kardus Rp1.200–Rp1.500 per kilogram. (FOTO : ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana)
Botol plastik, kardus, dan berbagai jenis sampah anorganik memiliki nilai jual yang berbeda. Hasil penjualan menjadi tambahan pendapatan bagi warga yang aktif memilah sampah. (FOTO : ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana)
Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, bank sampah menjadi sarana edukasi bahwa limbah yang dipilah dengan baik dapat memberikan manfaat ekonomi. Melalui gerakan panen sampah, warga Bantul menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (FOTO : ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Tumpukan botol plastik, kardus, dan berbagai sampah anorganik yang telah dipilah menjadi sumber nilai ekonomi bagi warga Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Melalui kegiatan panen sampah yang diinisiasi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pilah Berkah, sampah dari sejumlah bank sampah tingkat RT dikumpulkan, ditimbang, lalu dijual sesuai jenis dan nilainya. Selain membantu mengurangi timbulan sampah, kegiatan ini juga mendorong masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah sekaligus memperoleh tambahan pendapatan dari limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.
sumber : Antara Foto