Monumen Kudatuli Diresmikan, Merawat Ingatan atas Perjuangan Demokrasi
Persemian monumen dihadiri Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
Rep: Thoudy Badai/ Red: Edwin Dwi Putranto
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri (kiri) didampingi Ketua DPP PDIP Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Muhammad Prananda Prabowo (kanan) saat meresmikan Monumen Kudatuli di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026). Peresmian monumen Kudatuli merupakan bagian dari puncak peringatan 30 tahun peristiwa sejarah Kudatuli pada tahun 1996. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Monumen tersebut dibangun sebagai simbol perjuangan, keteguhan, dan keberanian dalam memperjuangkan nilai-nilai demokrasi. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Peristiwa Kudatuli dikenang sebagai salah satu momentum penting yang memicu perlawanan rakyat terhadap rezim Orde Baru. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Gubernur Jawa Tengah Periode 2013-2023 Ganjar Pranowo bersama Menteri Sosial Periode 2019-2024 Tri Rismaharini saat menghadiri peresmian Monumen Kudatuli. Keberadaan monumen diharapkan menjadi ruang refleksi sejarah bagi generasi muda mengenai perjalanan demokrasi Indonesia. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Peringatan tiga dekade Kudatuli juga diisi dengan berbagai kegiatan yang mengangkat kembali nilai perjuangan dan semangat kebangsaan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Monumen Kudatuli diresmikan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026), sebagai puncak peringatan 30 tahun peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli.
Monumen tersebut dihadirkan sebagai simbol perjuangan, keteguhan, dan keberanian dalam memperjuangkan demokrasi, sekaligus menjadi ruang pengingat atas salah satu peristiwa penting dalam perjalanan politik Indonesia yang memicu gelombang perlawanan terhadap rezim Orde Baru.
sumber : Republika