Senin 03 Aug 2026 17:30 WIB

Pemkot Semarang Siapkan 900 Ribu Liter Air Bersih Hadapi Kemarau

PMI salurkan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Semarang.

Red: Edwin Dwi Putranto

Warga mengambil air dari tandon yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang di Jabungan, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/8/2026). Pemerintah Kota Semarang menyiagakan 900 ribu liter air bersih untuk mengantisipasi dampak kekeringan selama musim kemarau, sementara hingga akhir Juli 2026 sekitar 48 ribu liter telah didistribusikan kepada warga terdampak di empat wilayah rawan kekeringan, yakni Kelurahan Jabungan, Rowosari, Gondoriyo, dan Gedawang. (FOTO : ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Hingga akhir Juli 2026, sekitar 48 ribu liter air bersih telah didistribusikan kepada warga yang terdampak kekeringan. Distribusi air bersih diprioritaskan ke empat wilayah rawan kekeringan, yakni Kelurahan Jabungan, Rowosari, Gondoriyo, dan Gedawang. (FOTO : ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

PMI bersama pemerintah daerah terus memantau kebutuhan air bersih masyarakat serta menyesuaikan jadwal distribusi sesuai kondisi di lapangan. Bantuan air bersih diharapkan dapat memenuhi kebutuhan harian warga sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung selama musim kemarau. (FOTO : ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Musim kemarau yang melanda Kota Semarang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang bersama Pemerintah Kota Semarang terus mendistribusikan bantuan air bersih ke kawasan yang mengalami kekeringan.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement