Ahad 23 Aug 2026 14:01 WIB

Kabut Asap Pekat Selimuti Palembang, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

Jarak pandang di Kota Palembang pada pagi hari kurang dari 50 meter.

Red: Edwin Dwi Putranto

Foto udara kawasan Bundaran Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo yang tertutup kabut asap di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Ahad (23/8/2026). Kabut asap muncul di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Asap terdeteksi menyebar di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan akibat karhutla. (FOTO : ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Sejumlah warga berolahraga di atas Jembatan Ampera yang tertutup kabut asap saat pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Kota Palembang. Jarak pandang di Palembang pada pagi hari dilaporkan kurang dari 50 meter, sementara kualitas udara pada malam dan pagi hari masuk kategori berbahaya. (FOTO : ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Kabut asap menutupi kawasan Kota Palembang pada Ahad (23/8/2026). Citra satelit Himawari-9 BMKG mendeteksi sebaran asap tidak hanya di Sumatera Selatan, tetapi juga Riau, Jambi, sejumlah provinsi di Kalimantan, Maluku, hingga Papua. (FOTO : ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Ahad (23/8/2026). Kondisi tersebut terjadi di tengah meluasnya sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9 oleh BMKG pada Ahad (23/8) pukul 10.00 WIB, sebaran asap terdeteksi di Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan. Di Palembang, jarak pandang pada pagi hari dilaporkan kurang dari 50 meter, sementara kualitas udara pada malam dan pagi hari masuk kategori berbahaya.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement