Warga mengarak gunungan makanan ringan saat tradisi Ngarak Perahu di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang, Banten, Selasa (25/8/2026). Tradisi mengarak perahu dan membagikan hasil bumi yang telah dilakukan sejak 1939 tersebut digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. (FOTO : ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
Sejumlah anak melantunkan syair Dikee Anggoek (zikir mengangguk) saat perayaan Maulid Raya Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Bujang Salim, Dewantara, Aceh Utara, Aceh, Selasa (25/8/2026). Kesenian Dikee Angoek lantunan zikir dan selawat yang dimainkan puluhan anak dengan perpaduan gerak yang harmonis tersebut merupakan tradisi lisan dan warisan budaya leluhur yang hingga saat ini masih dilestarikan dan ditampilkan setiap perayaan Maulid di Aceh. (FOTO : ANTARA FOTO/Rahmad)
Warga membawa Bungo Lado (pohon uang) pada puncak kegiatan Mauluik Gadang di halaman Kantor Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (25/8/2025). Bungo lado adalah tradisi unik berupa pohon hias berdaun uang kertas, dari pecahan Rp1.000 hingga Rp100 ribu yang dirangkai pada ranting pohon untuk sumbangan dan sudah dilakukan turun-temurun memperingati hari besar Maulid Nabi Muhammad SAW yang termasuk dalam Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dan masih dilestarikan hingga kini. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)
Santri mengangkat dongdang berisi makanan saat tradisi pawai dongdang di Pagentongan, Kelurahan Loji, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/8/2026). Tradisi pawai dongdang dan pembagian bongsang berisi makanan serta minuman tersebut digelar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT dan kecintaan dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. (FOTO : ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)
Jamaah berebut koin yang dilempar sesama jamaah di Masjid Jamsaren, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (24/8/2026). Tradisi melempar koin dan uang kertas sambil melantunkan selawat Nabi tersebut digelar untuk mengungkapkan rasa syukur dan sukacita dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. (FOTO : ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Panitia maulid membawa dalung berisikan bu kulah (nasi dibungkus daun pisang) dan lauk masakan khas tradional pada perayaan Maulid Raya Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Bujang Salim, Dewantara, Aceh Utara, Aceh, Selasa (25/8/2026). Kenduri makanan untuk dibagikan kepada anak yatim, fakir miskin dan warga sekitar dalam rangka peringatan Maulid Nabi tersebut merupakan tradisi turun temurun masyarakat Aceh yang masih terus dilestarikan. (FOTO : ANTARA FOTO/Rahmad)
Sejumlah warga berebut gunungan berisi sayur-sayuran saat prosesi Grebeg Maulid di Alun-alun Kota Madiun, Jawa Timur, Selasa (25/8/2026). Tradisi mengarak Gunungan Jaler dan Gunungan Estri yang berisi hasil bumi serta kue tradisional tersebut diikuti 1.000 peserta untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. (FOTO : ANTARA FOTO/Muhammad Mada)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, ACEH -- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah berlangsung semarak di berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, perayaan Maulid juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga tradisi dan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
sumber : Antara Foto