Pengurus koperasi melayani anggota saat melakukan transaksi simpan pinjam di Sekretariat Koperasi Wanita Pengembang Sumberdaya Lampion Merah Abadi, Desa Belimbing Manis, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (20/8/2026). Koperasi Lampion Merah Abadi menjadi salah satu ruang bagi perempuan Cina Benteng untuk memperkuat kemandirian ekonomi. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Anggota melakukan transaksi simpan pinjam di Sekretariat Koperasi Lampion Merah Abadi, Tangerang. Koperasi yang berdiri sejak 2022 tersebut kini memiliki 312 anggota dengan saldo tabungan mencapai sekitar Rp400 juta. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Pengurus mencatat transaksi anggota Koperasi Lampion Merah Abadi. Layanan simpan pinjam menjadi salah satu kegiatan utama koperasi dalam membantu anggota mengelola keuangan sekaligus mendukung kebutuhan dan kegiatan ekonomi mereka. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Sejumlah anggota beraktivitas di Sekretariat Koperasi Lampion Merah Abadi di Desa Belimbing Manis, Tangerang. Selain simpan pinjam, koperasi mengembangkan kegiatan yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas ekonomi perempuan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Aktivitas perempuan dalam unit Perempuan Usaha Mikro Koperasi Lampion Merah Abadi, Tangerang. Pengembangan unit usaha menjadi bagian dari upaya mendorong perempuan di komunitas Cina Benteng agar memiliki kemandirian dan penguatan ekonomi. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Aktivitas anggota di Koperasi Lampion Merah Abadi, Desa Belimbing Manis, Kabupaten Tangerang. Koperasi tersebut turut menjalankan Satgas Kekerasan Seksual Balai Cerita Bungai Rampai dan mendapat pendampingan PPSW Jakarta melalui program Estungkara untuk memperkuat pemberdayaan perempuan Cina Benteng. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Di tengah komunitas Cina Benteng, Kabupaten Tangerang, koperasi tumbuh bukan sekadar sebagai tempat menyimpan uang atau mendapatkan pinjaman. Koperasi Wanita Pengembang Sumberdaya Lampion Merah Abadi menjadi ruang bagi perempuan untuk saling menguatkan, mengembangkan usaha, sekaligus mendapatkan akses terhadap berbagai layanan dasar.
Berdiri sejak 2022, koperasi yang berada di Desa Belimbing Manis tersebut kini memiliki 312 anggota dengan saldo tabungan sekitar Rp400 juta. Selain menjalankan layanan simpan pinjam, koperasi mengembangkan sejumlah kegiatan, mulai dari Perempuan Usaha Rajut, Perempuan Usaha Mikro, Satgas Kekerasan Seksual Balai Cerita Bungai Rampai, hingga layanan administrasi kependudukan.
Keberadaan koperasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan perempuan di komunitas etnis Cina Benteng, dengan pendampingan Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Jakarta melalui program Estungkara yang berfokus pada pendampingan perempuan dari kelompok minoritas.
sumber : Republika