Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjalani perawatan di Puskesmas Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Selasa (1/9/2026). Dalam tiga bulan terakhir, kasus ISPA di wilayah tersebut terus meningkat seiring paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Puskesmas Samatiga mencatat 60 kasus pada Juni, 99 kasus pada Juli, dan meningkat menjadi 125 kasus pada Agustus 2026. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Petugas medis mendata ulang pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) saat menjalani perawatan di Puskesmas Samatiga. Meningkatnya jumlah pasien membuat puskesmas berupaya menambah kamar rawat inap dan tenaga kesehatan untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan medis. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Pasien mendapatkan perawatan di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap karhutla di Aceh Barat. Gangguan saluran pernapasan menjadi salah satu dampak kesehatan yang perlu diwaspadai akibat paparan asap dan partikulat. Kementerian Kesehatan menyebut karhutla dapat memicu ISPA, batuk, sesak napas, iritasi mata hingga memperburuk kondisi penderita penyakit pernapasan. (FOTO : ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, ACEH BARAT -- Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Aceh Barat, Aceh, mengalami peningkatan dalam tiga bulan terakhir. Puskesmas Samatiga mencatat 125 kasus ISPA pada Agustus 2026, naik dibandingkan 99 kasus pada Juli dan 60 kasus pada Juni 2026.
Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut. Puskesmas Samatiga pun menyiapkan penambahan kamar rawat inap dan petugas kesehatan untuk mengantisipasi bertambahnya pasien ISPA.
sumber : Antara Foto