Rabu 02 Sep 2026 09:01 WIB

Hutan Semeru Terbakar, Habitat Satwa Ikut Terdampak

Kebakaran lereng Gunung Semeru berdampak pada sekitar 590 hektare kawasan.

Red: Edwin Dwi Putranto

Seekor burung Anis Gunung (Turdus javanicus) bertengger di batang pohon yang terdampak kebakaran di jalur pendakian Gunung Semeru, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026). Di tengah pepohonan yang menghitam, burung tersebut masih terlihat bertahan di kawasan yang terdampak kebakaran. (FOTO : ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)

Seorang relawan melintasi vegetasi terdampak kebakaran di sekitar Danau Ranukumbolo. Kebakaran membuat sebagian vegetasi di kawasan konservasi berubah menjadi hamparan kering dan hangus. Kondisi tersebut menjadi salah satu dampak yang terlihat dari kebakaran yang melanda kawasan TNBTS. (FOTO : ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)

Vegetasi yang terbakar terlihat di kawasan jalur pendakian Gunung Semeru, Lumajang. Balai Besar TNBTS mencatat sekitar 590 hektare kawasan terdampak kebakaran berdasarkan pembaruan data hingga Ahad (30/8). Petugas masih melakukan penanganan untuk mencegah api meluas ke kawasan lainnya. (FOTO : ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)

Jejak kebakaran terlihat di sepanjang kawasan jalur pendakian Gunung Semeru. Kebakaran hutan tidak hanya mengubah tutupan vegetasi, tetapi juga berpotensi mengganggu habitat, sumber pakan, dan ruang jelajah berbagai satwa liar yang hidup di kawasan konservasi. (FOTO : ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG -- Seekor burung Anis Gunung (Turdus javanicus) bertengger di batang pohon yang terdampak kebakaran di jalur pendakian Gunung Semeru, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026). Di tengah pepohonan yang menghitam dilalap api, keberadaan burung tersebut menjadi gambaran kecil tentang kehidupan satwa yang masih bertahan di kawasan terdampak kebakaran.

Balai Besar TNBTS mencatat kebakaran hingga Ahad (30/8) telah berdampak pada sekitar 590 hektare kawasan. Kebakaran tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga berpotensi mengganggu habitat dan ruang jelajah satwa liar yang hidup di kawasan konservasi tersebut. Jalur pendakian Gunung Semeru pun ditutup sementara untuk mendukung upaya pemadaman dan menjaga keselamatan pengunjung.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement