Warga memasang bambu untuk menopang tiang bangunan rumah adat pascakebaran di Desa adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (4/9/2026). Warga Kampung Adat Sade mulai membangun kembali rumah adat dan Masjid Sade pascakebakaran yang dimulai dengan pelaksanaan tradisi Nyemulak atau penanaman tiang. (FOTO : ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Pembangunan kembali dilakukan dengan mempertahankan bentuk dan karakter asli rumah adat Sasak. Upaya tersebut tidak hanya untuk memulihkan tempat tinggal warga, tetapi juga menjaga nilai budaya dan identitas Kampung Adat Sade yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Lombok. (FOTO : ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Sebanyak 75 rumah adat, delapan berugak, enam sekenam, satu masjid, dua toilet, dan 69 artshop terdampak kebakaran. Proses rekonstruksi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keamanan serta tetap melibatkan masyarakat dalam pembangunan kembali kawasan adat tersebut. (FOTO : ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Warga Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai membangun kembali rumah adat yang terdampak kebakaran. Pembangunan ditandai dengan tradisi Nyemulak atau penanaman tiang sebagai bagian dari proses rekonstruksi Kampung Adat Sade.
Pembangunan kembali dilakukan dengan mempertahankan bentuk dan karakter asli rumah adat Sasak. Upaya tersebut tidak hanya untuk memulihkan tempat tinggal warga, tetapi juga menjaga nilai budaya dan identitas Kampung Adat Sade yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Lombok.
Sebanyak 75 rumah adat, delapan berugak, enam sekenam, satu masjid, dua toilet, dan 69 artshop terdampak kebakaran. Proses rekonstruksi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keamanan serta tetap melibatkan masyarakat dalam pembangunan kembali kawasan adat tersebut.
sumber : Antara Foto