Kamis 10 Sep 2026 21:00 WIB

Banjir Rendam Permukiman Warga di Medan, 2.050 KK Terdampak

Banjir akibat luapan sejumlah sungai yang disebabkan curah hujan tinggi.

Red: Edwin Dwi Putranto

Ibu dan anak berada di dalam rumahnya yang terendam banjir di Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/9/2026). Curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap hingga menggenangi permukiman dan ruas jalan. (FOTO : ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Warga melintasi jalan yang terendam banjir di kawasan Medan Labuhan. Berdasarkan data BPBD Kota Medan, sebanyak 1.770 rumah atau 2.050 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Medan. Luapan sungai setelah hujan berintensitas tinggi membuat air masuk ke kawasan tempat tinggal warga dan menghambat mobilitas masyarakat. (FOTO : ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Pedagang berjualan di tengah banjir yang merendam kawasan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Medan. BPBD Kota Medan terus melakukan pemantauan kondisi banjir dan penanganan di wilayah terdampak, sementara warga menunggu genangan berangsur surut untuk kembali beraktivitas normal. (FOTO : ANTARA FOTO/Yudi Manar)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Banjir merendam permukiman warga di Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/9/2026). Berdasarkan data BPBD Kota Medan, sebanyak 1.770 rumah atau 2.050 kepala keluarga (KK) terdampak banjir akibat luapan sejumlah sungai yang dipicu curah hujan tinggi.

Di Medan Labuhan, BPBD masih melakukan pendataan dan evakuasi warga terdampak. Sebanyak 50 warga telah mengungsi ke Masjid Al-Hijrah, terdiri atas 20 orang dewasa, 10 lansia, serta 20 remaja dan anak-anak. Warga lainnya masih beraktivitas di tengah genangan sambil menunggu air berangsur surut.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement