Seorang warga mencuci pakaian dengan memanfaatkan air dari cerukan di dasar sungai yang mengering di Dusun Brangkal, Desa Jiporapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026). Kemarau yang berlangsung selama sebulan terakhir membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (FOTO : ANTARA FOTO/Syaiful Arif)
Sejumlah cerukan di dasar sungai yang mengering dimanfaatkan warga Dusun Brangkal, Kabupaten Jombang, untuk mendapatkan air. Sementara kebutuhan mencuci dan keperluan rumah tangga lainnya dipenuhi dari sumber air yang tersisa, warga harus membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan air minum. (FOTO : ANTARA FOTO/Syaiful Arif)
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan air bersih kepada warga di Dusun Brangkal, Desa Jiporapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026). BPBD Jombang mendistribusikan 20.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan memasak, minum, dan mandi warga di Dusun Brangkal dan Dusun Jiporapah yang mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan sejak sebulan terakhir. (FOTO : ANTARA FOTO/Syaiful Arif)
inline
JOMBANG -- Sungai yang mengering di Dusun Brangkal, Desa Jiporapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyisakan cerukan-cerukan kecil yang dimanfaatkan warga untuk mendapatkan air. Sejak sebulan terakhir, kemarau membuat warga kesulitan memperoleh air bersih hingga harus mengambil air dari lubang di dasar sungai untuk mencuci dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, kebutuhan air minum dipenuhi dengan membeli air isi ulang.
Di tengah keterbatasan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang menyalurkan 20.000 liter air bersih untuk warga Dusun Brangkal dan Dusun Jiporapah pada Sabtu (24/10/2026). Bantuan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan memasak, minum, dan mandi, sekaligus membantu warga bertahan menghadapi krisis air bersih selama musim kemarau.
sumber : Antara Foto