Nelayan mencari ikan di Sungai Kahayan yang diselimuti asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (24/10/2026). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi kelas 1 Tjilik Riwut Palangka Raya menyebutkan dampak karhutla di Kalimantan Tengah termasuk Palangka Raya tertutup asap tebal yang dipenuhi partikel dan polutan pada lapisan atmosfer sehingga langit tampak berwarna kuning dan pada Sabtu (24/10) pukul 11.00 WIB jarak pandang 100 meter. (FOTO : ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Sejumlah pengendara berhenti di jalan yang diselimuti kabut asap pekat di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (24/10/2026). Berdasarkan pemantauan IQAir pada Sabtu (24/10/2026) pukul 17.00 WIB, kualitas udara di Kota Pontianak berada pada kategori berbahaya dengan indeks kualitas udara (AQI) mencapai 669 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 410 mikrogram per meter kubik. (FOTO : ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)
Pengendara melintas di Jalan Tjilik Riwut yang diselimuti asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (24/10/2026). Asap tebal membuat langit tampak kekuningan dan mengurangi jarak pandang pengguna jalan. Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, jarak pandang di wilayah tersebut tercatat hanya 100 meter pada Sabtu (24/10/2026) pukul 11.00 WIB. (FOTO : ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Sejumlah pengendara melintasi jalan yang diselimuti kabut asap pekat di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (24/10/2026). Konsentrasi partikel halus PM2.5 di Pontianak tercatat sebesar 410 mikrogram per meter kubik berdasarkan pemantauan IQAir pada Sabtu (24/10/2026) pukul 17.00 WIB. (FOTO : ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)
inline
PALANGKA RAYA -- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan, termasuk Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (24/10/2026). Di Palangka Raya, asap tebal membuat langit tampak kekuningan dengan jarak pandang hanya sekitar 100 meter pada pukul 11.00 WIB. Sementara itu, kualitas udara di Pontianak berada pada kategori berbahaya dengan indeks kualitas udara (AQI) mencapai 669 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 410 mikrogram per meter kubik pada pukul 17.00 WIB.
Di tengah kondisi tersebut, warga tetap melintasi jalanan yang diselimuti kabut asap untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Kondisi ini menjadi gambaran dampak karhutla yang tidak hanya mengurangi jarak pandang, tetapi juga menurunkan kualitas udara yang dihirup masyarakat.
sumber : Antara Foto