Massa yang tergabung dalam aksi solidaritas untuk Palestina menggelar unjuk rasa menolak konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Mereka mendesak penyelenggara membatalkan konser tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap rakyat Palestina. (FOTO : EPA/MAST IRHAM)
Bendera Palestina dan poster penolakan mewarnai aksi yang digelar sejumlah aktivis Muslim tersebut. Para peserta menyampaikan keberatan atas rencana pertunjukan Bocelli dengan menyoroti rekam jejak sang penyanyi yang mereka kaitkan dengan Israel. (FOTO : EPA/MAST IRHAM)
Dalam orasinya, massa menyerukan agar solidaritas terhadap Palestina tidak berhenti pada pernyataan, tetapi juga diwujudkan melalui sikap dan tindakan. Mereka menilai penyelenggaraan konser perlu mempertimbangkan situasi kemanusiaan yang masih dihadapi warga Palestina. (FOTO : EPA/MAST IRHAM)
Penolakan terhadap konser tersebut juga mendapat perhatian dari sejumlah organisasi dan tokoh masyarakat. Majelis Ulama Indonesia (MUI), melalui surat pernyataannya pada Oktober 2026, turut mendesak pemerintah membatalkan konser Andrea Bocelli di Indonesia. (FOTO : EPA/MAST IRHAM)
Dalam orasinya, sejumlah peserta aksi menegaskan bahwa penolakan mereka bukan ditujukan terhadap seni dan musik, melainkan sebagai bentuk protes atas hal-hal yang mereka anggap berkaitan dengan dukungan terhadap Israel. Mereka meminta masyarakat tidak mengabaikan penderitaan warga Palestina di tengah konflik yang masih berlangsung. (FOTO : EPA/MAST IRHAM)
inline
JAKARTA -- Puluhan aktivis Muslim menggelar aksi unjuk rasa untuk mendesak pembatalan konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Massa membawa bendera Palestina dan poster penolakan sebagai bentuk protes sekaligus menyuarakan solidaritas terhadap rakyat Palestina. Penolakan tersebut berkaitan dengan sorotan sejumlah kelompok terhadap rekam jejak Bocelli yang dinilai memiliki keterkaitan dengan Israel.
Aksi ini menjadi bagian dari gelombang aspirasi masyarakat yang meminta penyelenggaraan konser ditinjau kembali. Bagi para peserta, penolakan tersebut bukan semata persoalan pertunjukan musik, melainkan juga bentuk kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina. Mereka berharap solidaritas terhadap rakyat Palestina tetap disuarakan melalui berbagai cara, termasuk aksi damai di ruang publik.
sumber : EPA