Tumpukan sampah plastik dan berbagai limbah mencemari kawasan Pantai Dadap, Juntinyuat, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (3/11/2026). Sampah yang terbawa hingga pesisir tersebut menjadi gambaran persoalan pencemaran laut yang masih sulit diatasi di sejumlah wilayah Indonesia. (FOTO : ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat sedikitnya 19 juta ton sampah mencemari laut Indonesia setiap tahun. Sampah tersebut didominasi berbagai jenis limbah, termasuk plastik, yang dapat bertahan lama di lingkungan perairan dan mengancam kehidupan biota laut. (FOTO : ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro)
Pencemaran sampah laut berpotensi merusak ekosistem pesisir, mulai dari terumbu karang dan hutan mangrove hingga habitat ikan. Kondisi ini tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga kehidupan masyarakat pesisir yang menggantungkan penghasilan pada hasil laut. Upaya mengurangi sampah dari daratan dan meningkatkan pengelolaan limbah menjadi bagian penting untuk menjaga ekosistem laut. (FOTO : ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro)
inline
INDRAMAYU -- Tumpukan sampah plastik dan berbagai limbah mencemari kawasan Pantai Dadap, Juntinyuat, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (3/11/2026). Kondisi tersebut menjadi gambaran persoalan sampah laut yang masih dihadapi Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat sedikitnya 19 juta ton sampah mencemari laut Indonesia setiap tahun.
Sampah yang terbawa hingga kawasan pesisir tidak hanya mengganggu kebersihan pantai, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekosistem laut. Terumbu karang, hutan mangrove, hingga habitat berbagai jenis ikan berisiko mengalami kerusakan. Jika tidak ditangani, pencemaran ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem sekaligus mengancam kehidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya laut.
sumber : Antara Foto