Jumat 30 Sep 2016 12:23 WIB

Hulu Sungai Ciamanuk Rusak Penyebab Banjir Bandang Garut

.

Rep: Mahmud Muhyidin, Halimatus Sa'diyah/ Red: Yogi Ardhi Cahyadi

Suasana kondisi hulu sungai Cikamiri yang rusak akibat hujan deras di Pasirwangi, Kabupaten Garut. Salah satu pemicu banjir bandang di Kabupaten Garut dikarenakan area hulu sungai Cikamiri rusak terkena longsor sertt alih fungsi lahan konservasi menjadi pe (FOTO : Mahmud Muhyidin)

Kondisi hutan di hulu sungai Cikamir yang rusak akibat hujan deras di Pasirwangi, Kabupaten Garut, Sabtu (24/9). Pemicu banjir bandang di Kabupaten Garut dikarenakan rusaknya hulu sungai Cikamiri. (Mahmud Muhyidin) (FOTO : Mahmud Muhyidin)

Suasana kondisi hulu sungai Cikamiri yang rusak akibat hujan deras di Pasirwangi, Kabupaten Garut. Salah satu pemicu banjir bandang di Kabupaten Garut dikarenakan area hulu sungai Cikamiri rusak terkena longsor sertt alih fungsi lahan konservasi menjadi pe (FOTO : Mahmud Muhyidin)

Suasana kondisi hulu sungai Cikamiri yang rusak akibat hujan deras di Pasirwangi, Kabupaten Garut. Salah satu pemicu banjir bandang di Kabupaten Garut dikarenakan area hulu sungai Cikamiri rusak terkena longsor sertt alih fungsi lahan konservasi menjadi pe (FOTO : Mahmud Muhyidin)

Suasana kondisi hulu sungai Cikamiri yang rusak akibat hujan deras di Pasirwangi, Kabupaten Garut. Salah satu pemicu banjir bandang di Kabupaten Garut dikarenakan area hulu sungai Cikamiri rusak terkena longsor sertt alih fungsi lahan konservasi menjadi pe (FOTO : Mahmud Muhyidin)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, Banjir bandang yang disertai tanah longsor di Garut dipicu oleh rusaknya daerah hulu Sungai Cimanuk yang mengaliri bagian timur Provinsi Jawa Barat. 40 persen daerah hulu Sungai Cimanuk telah rusak. Di lahan-lahan dengan kemiringan 45 derajat telah ditanami tanaman sayuran. Akibatnya daya tangkap air area tersebut hilang.

Seperti diketahui, banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah desa di Garut dan Sumedang, Jawa Barat pada Rabu (21/9) pekan lalu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 27 orang tewas di Garut dan empat korban jiwa di Sumedang. Sementara, sekitar 20 korban lainnya masih dinyatakan hilang. 

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement