Terpidana kasus korupsi KTP Elektronik Andi Narogong berjalan keluar ruang tahanan seusai menjalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (21/12). (FOTO : Muhammad Adimaja/Antara)
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Andi Narogong (kanan) menjalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (21/12). (FOTO : Muhammad Adimaja/Antara)
Terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan KTP-elektronik (KTP-el) Andi Agustinus atau Andi Narogong menjalani sidang putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (21/12). (FOTO : Republika/ Dian Fath Risalah)
Terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan KTP-elektronik (KTP-el) Andi Agustinus atau Andi Narogong menjalani sidang putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (21/12). (FOTO : Republika/ Dian Fath Risalah)
Terpidana kasus korupsi KTP Elektronik Andi Narogong (tengah) berada di dalam kendaraan tahanan seusai menjalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (21/12). (FOTO : Muhammad Adimaja/Antara)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonis Andi Narogong delapan tahun penjara di Jakarta, Kamis (21/12). Selain hukuman penjara Andi juga dikenakan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (KTP-el).
sumber : Republika, Antara Foto