Rabu 18 Dec 2019 20:26 WIB

Lokakarya Dialog Antaragama se-Asia Tenggara

.

Rep: Prayogi / Red: Yogi Ardhi

Sekjen King Abdul Aziz International Centre for Interfaith and Intercultural Dialogue (KAICIID) Faisal bin Muaammar memberikan sambutan pada acara The 2nd International Workshop on Fostering Inter and Intra Religious Dialogue to Prevent and Mitigate Conflicts in South and South-East Asia di Jakarta, Rabu (18/12). (FOTO : Republika/Prayogi)

Wakil Ketua MPR yang juga Penasehat King Abdul Aziz International Centre for Interfaith and Intercultural Dialogue (KAICIID) Hidayat Nur Wahid berbincang dengan para tamu undangan pada acara The 2nd International Workshop on Fostering Inter and Intra Religious Dialogue to Prevent and Mitigate Conflicts in South and South-East Asia di Jakarta, Rabu (18/12). (FOTO : Republika/Prayogi)

Sekjen King Abdul Aziz International Centre for Interfaith and Intercultural Dialogue (KAICIID) Faisal bin Muaammar (dua kiri) berbincang dengan para tamu undangan pada acara The 2nd International Workshop on Fostering Inter and Intra Religious Dialogue to Prevent and Mitigate Conflicts in South and South-East Asia di Jakarta, Rabu (18/12). (FOTO : Republika/Prayogi)

Sekjen King Abdul Aziz International Centre for Interfaith and Intercultural Dialogue (KAICIID) Faisal bin Muaammar memberikan sambutan pada acara The 2nd International Workshop on Fostering Inter and Intra Religious Dialogue to Prevent and Mitigate Conflicts in South and South-East Asia di Jakarta, Rabu (18/12). (FOTO : Republika/Prayogi)

Sekjen King Abdul Aziz International Centre for Interfaith and Intercultural Dialogue (KAICIID) Faisal bin Muaammar memberikan sambutan pada acara The 2nd International Workshop on Fostering Inter and Intra Religious Dialogue to Prevent and Mitigate Conflicts in South and South-East Asia di Jakarta, Rabu (18/12). (FOTO : Republika/Prayogi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lokakarya forum dialog The 2nd International Workshop on Fostering Inter and Intra Religious Dialogue to Prevent and Mitigate Conflicts in South and South-East Asia digelar di Jakarta, Rabu (18/12).

Ajang yang diselenggarakan  King Abdullah bin Abdulaziz International Centre for Interreligious and Intercultural Dialogue (KAICIID), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), dan Gusdurian Foundation itu bertujuan membina dialog antaragama untuk mencegah dan mengurangi konflik di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara.

“Salah satu cara mencapai perdamaian adalah dengan mengumpulkan para pemimpin agama ke meja dialog. Sejauh ini pelatihan dan lokakarya yang kami lakukan untuk menghubungkan umat antaragama berjalan sangat baik dan menjanjikan,” kata Sekretaris Jenderal KAICIID Faisal bin Muaammar.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement