Pameran Rumah Kapiten Tan Jien Sing. Replika rumah peranakan atau rumah Kapiten Tan Jien Sing dihadirkan saat Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta di Kampung Ketandan, Yogyakarta, Sekasa (4/2). (FOTO : Republika/ Wihdan)
Pameran Rumah Kapiten Tan Jien Sing. Replika rumah peranakan atau rumah Kapiten Tan Jien Sing dihadirkan saat Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta di Kampung Ketandan, Yogyakarta, Sekasa (4/2). (FOTO : Republika/ Wihdan)
Pameran Rumah Kapiten Tan Jien Sing. Replika rumah peranakan atau rumah Kapiten Tan Jien Sing dihadirkan saat Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta di Kampung Ketandan, Yogyakarta, Sekasa (4/2). (FOTO : Republika/ Wihdan)
Pameran Rumah Kapiten Tan Jien Sing. Replika rumah peranakan atau rumah Kapiten Tan Jien Sing dihadirkan saat Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta di Kampung Ketandan, Yogyakarta, Sekasa (4/2). (FOTO : Republika/ Wihdan)
Pameran Rumah Kapiten Tan Jien Sing. Replika rumah peranakan atau rumah Kapiten Tan Jien Sing dihadirkan saat Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta di Kampung Ketandan, Yogyakarta, Sekasa (4/2). (FOTO : Republika/ Wihdan)
Pameran Rumah Kapiten Tan Jien Sing. Replika rumah peranakan atau rumah Kapiten Tan Jien Sing dihadirkan saat Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta di Kampung Ketandan, Yogyakarta, Sekasa (4/2). (FOTO : Republika/ Wihdan)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Replika rumah peranakan atau rumah Kapiten Tan Jien Sing dihadirkan saat Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta di Kampung Ketandan, Yogyakarta, Sekasa (4/2).
Pameran living museum rumah peranakan ini disetting sesuai kondisi Tahun 1810-an. Tan Jien Sing merupakan warga Tionghoa yang mengemban jabatan bupati pada era HB III dan menyandang gelar KRT Secodiningrat.
sumber : Republika