Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengucapkan sumpah janji sebagai perdana menteri di Istana Negara Kuala Lumpur. ( (FOTO : Maszuandi Adnan/Malaysia's Department of Information via AP)
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin (kiri),menerima dokumen dari Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah sebelum mengucapkan sumpah janji sebagai perdana menteri di Istana Negara Kuala Lumpur. ( (FOTO : Maszuandi Adnan/Malaysia's Department of Information via AP)
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin (kiri) mengucapkan sumpah janji di hadapan Raja Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah di Istana Negara Kuala Lumpur. ( (FOTO : Maszuandi Adnan/Malaysia's Department of Information via AP)
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menandatangani berita acara pengangkatan dirinya sebagai perdana menteri di Istana Negara Kuala Lumpur. ( (FOTO : Maszuandi Adnan/Malaysia's Department of Information via AP)
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin berfoto bersama keluarga dan pendukungnya sebelum mengucapkan sumpah janji sebagai perdana menteri di Istana Negara Kuala Lumpur. ( (FOTO : Johnshen Lee/AP)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Muhyiddin Yassin Malaysia dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia pada Ahad (1/3). Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'uddinuddin Al-Mustafa Billah Shah memilihnya untuk menggantikan Mahathir Mohamad yang telah mengajukan pengunduran diri pada 24 Februari.
Pria berusia 72 tahun ini dilantik pada upacara istana di depan Raja Malaysia dan berjanji untuk memenuhi tugasnya sebagai PM kedelapan Malaysia. Sumpah diambil di pukul 10.33 di Balai Singgahsana Kecil.
Pelantikan salah satu pendiri Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) ini pun terjadi di tengah keriuhan. Mala sebelum acara, sebanyak 200 pengunjuk rasa berkumpul di Kuala Lumpur memprotes keputusan Raja.
Selain itu, Mahathir yang awalnya optimistis akan kembali menjabat setelah pengunduran diri, berjanji akan mencari suara di parlemen untuk menantang dukungan Muhyiddin. "Ini adalah hal yang sangat aneh. Ini adalah pecundang yang akan membentuk pemerintah," kata Mahathir merujuk pada hasil pemilu 2018.
sumber : Republika, AP