Jumat 10 Dec 2021 20:54 WIB

Grafis NATO dan Rusia Memanas

NATO menganggap Rusia memiliki opsi untuk menyerang Ukraina.

Foto: AP/Reuters/Aljazirah
Hubungan NATO-Rusia memanas.

REPUBLIKA.CO.ID, Ketegangan antara Rusia dan Ukraina yang didukung oleh sekutu NATO kian memanas. Rusia menilai senjata-senjata NATO telah mulai membahayakan Moskow. Sebaliknya NATO menganggap Rusia memiliki opsi untuk menyerang Ukraina. Kondisi ini mengingatkan situasi yang terjadi pada 2014 ketika Rusia mencaplok Crimea menyusul ketegangan di Ukraina Timur.  

Berikut ketegangan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

22 November

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan bahwa Rusia akan meluncurkan serangan baru ke negaranya. Namun hal itu tergantung pada kekuatan Ukraina dan mitranya. Kekuatan Rusia di perbatasan diyakini mencapai 90 ribu personel.

23 November

Rusia menuding AS yang menjadi anggota utama NATO sedang menggelar latihan serangan nuklir di perbatasan Rusia.

23 November

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membantah bahwa Rusia akan melakukan invasi ke Ukraina.

26 November

Kanselir Jerman Angela Merkel meminta Uni Eropa menyiapkan sanksi tambahan ke Rusia. Uni Eropa juga harus bersatu terkait penempatan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina.

29 November

Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengingatkan Rusia agar tidak melancarkan agresi ke Ukraina. Jika agresi itu terjadi, maka harus dibayar dengan harga mahal.

30 November

Menlu Rusia Sergey Lavrov menuding NATO telah mengumpulkan sejumlah besar alat militer di perbatasan Rusia.

1 Desember

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy ingin bicara dengan Moskow untuk mengakhiri ketegangan.  

1 Desember

AS mengaku memiliki bukti bahwa Rusia telah punya rencana untuk menyerang Ukraina.

2 Desember

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menlu AS Antony Blinken bertemu bahas konflik Ukraina.  

sumber : AP/Reuters/Aljazirah
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement