Kamis 29 Jun 2023 04:29 WIB

Suasana Ritual Melempar Jumrah di Jamarat

Fase melempar jumrah menjadi salah satu fase yang sangat memakan energi jamaah haji..

Red: Yogi Ardhi

Siluet seorang jamaah haji tengah melempar jumrah di Jamarat, Mina, Rabu (28/6/2023). (FOTO : AP Photo/Amr Nabil)

Seorang jamaah haji melempar Jumrah bersama anaknya di Jamarat, Mina, Rabu (28/6/2023). (FOTO : EPA-EFE/ASHRAF AMRA)

Ritual melempar jumrah dilakukan di tiga pilar jumrah yang berbeda, Jumrah Ula, Jumrah Wustho dan Jumrah Aqobah. (FOTO : EPA-EFE/ASHRAF AMRA)

Jamaah haji melepar 7 kerikil di setiap jumrah sebagai simbol perlawanan terhadap setan. (FOTO : AP Photo/Amr Nabil)

Jamaah haji dapat melalukan ibadah melempar jumrah di lima lantai beberbeda secara serentak. (FOTO : AP Photo/Amr Nabil)

Fase melempar jumrah menjadi salah satu fase yang sangat memakan energi jamaah haji. (FOTO : AP Photo/Amr Nabil)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, MINA -- Jamaah haji telah menyelesaikan rangkaian haji wukuf di Arafah dan mabit (bermalam) di Muzdalifah, saat ini seluruh jamaah haji dari berbagai belahan dunia, termasuk jamaah haji Indonesia berada di Mina. Selain bermalam, jamaah akan melaksanakan rangkaian haji, yaitu melempar jumrah, Ula, Wustho, dan Aqobah.

Jutaan jamaah haji memulai fase melempar jumrah di Jamarat. Jamaah melontar jumrah Kubra (Aqabah) tanggal 10 Zulhijah, dan lontar jamrah Ula, Wustha, dan Kubra tanggal 11 dan 12 Zulhijah (Nafar Awal) atau 11, 12, dan 13 Zulhijah (Nafar Tsani). 

Menyelingi zikir dengan berdoa kepada Allah sebab Mina termasuk tempat mustajab. Merenung dan melakukan muhasabah (introspeksi diri) atas kekurangan yang ada pada diri kita.

 

 

 

sumber : Republika, EPA EFE, AP Photo
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement