Selasa 09 Jan 2024 20:55 WIB

Modifikasi Cuaca, BNPB Semai Garam Dapur di Jabodetabek

Sebanyak 8 ton bahan semai natrium klorida dilakukan di atas ketinggian 11 ribu kaki..

Red: Tahta Aidilla

Petugas berkoordinasi dengan pilot menentukan titik operasi teknologi modifikasi cuaca di dalam pesawat Cessna Caravan saat berada di langit wilayah Ujung Kulon, Banten, Selasa (9/1/2024). BNPB bersama BMKG dan BRIN melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca sebagai upaya meminimalisir berkumpulnya awan yang berpotensi menimbulkan intensitas hujan tinggi terjadi di sejumlah wilayah Jabodetabek yang rawan terkena bencana hidrometeorologi. . (FOTO : ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

Petugas menaburkan garam saat operasi teknologi modifikasi cuaca menggunakan pesawat Cessna Caravan di langit wilayah Ujung Kulon, Banten, Selasa (9/1/2024). BNPB bersama BMKG dan BRIN melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca sebagai upaya meminimalisir berkumpulnya awan yang berpotensi menimbulkan intensitas hujan tinggi terjadi di sejumlah wilayah Jabodetabek yang rawan terkena bencana hidrometeorologi. (FOTO : ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, UJUNG KULON --  Operasi teknologi modifikasi cuaca di dalam pesawat Cessna Caravan saat berada di langit wilayah Ujung Kulon, Banten, Selasa (9/1/2024). 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) di beberapa wilayah pada awal 2024. Fase pertama, operasi TMC dilaksanakan di Jawa Barat, Banten, dan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).

Dalam pelaksanaannya, tim BNPB, BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan TNI AU membentuk posko utama di Base Ops Pangkalan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten. Bandara seluas 170 hektare itu dipilih karena lokasinya sangat strategis untuk mencakup wilayah Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.

Sebanyak 8 ton bahan semai natrium klorida (NaCl) atau garam dapur di semai di langit Pulau Jawa sejak 3 Januari 2024. Penyemaian itu dilakukan di atas ketinggian 11.000 kaki.

 

BNPB bersama BMKG dan BRIN melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca sebagai upaya meminimalkan berkumpulnya awan yang berpotensi menimbulkan intensitas hujan tinggi di sejumlah wilayah Jabodetabek yang rawan terkena bencana.

sumber : ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement