Pedagang terompet menanti pembeli di kawasan Jalan Pintu Besar Selatan, Glodok, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Menjelang malam pergantian tahun, pedagang terompet di kawasan Glodok mengeluhkan sepinya pembeli. (FOTO : Republika/Prayogi)
Pedagang menyelesaikan pembuatan terompet yang dijual di kawasan Jalan Pintu Besar Selatan, Glodok, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Menjelang malam pergantian tahun, para pengrajin sekaligus penjual terompet musiman mulai berdatangan ke kawasan tersebut. Harga terompet yang dijual berkisar antara Rp5.000 hingga Rp15.000 per buah, tanpa adanya kenaikan harga. (FOTO : Republika/Prayogi)
Pedagang terompet Lantur menyelesaikan pembuatan terompet yang dijual di kawasan Jalan Pintu Besar Selatan, Glodok, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Rojali dan Lantur, pedagang terompet asal Cikarang, telah berjualan terompet musiman di lokasi itu selama sekitar 20 tahun. Menurut mereka, penjualan terompet tahun ini cenderung sepi dan lesu (FOTO : Republika/Prayogi)
Pedagang menyelesaikan pembuatan terompet yang dijual di kawasan Jalan Pintu Besar Selatan, Glodok, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Menurut pedagang, penjualan terompet tahun ini cenderung sepi dan lesu. Biasanya mereka mampu memproduksi hingga 1.000 terompet, namun tahun ini hanya sekitar 600 buah. Hingga hari ini, penjualan baru mencapai sekitar 200 terompet sejak mulai berdagang pada 6 Desember lalu, sebagian besar dijual kepada pedagang langganan. (FOTO : Republika/Prayogi)
Pedagang terompet Lantur mencoba terompet dagangannya di kawasan Jalan Pintu Besar Selatan, Glodok, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Rojali dan Lantur, pedagang terompet asal Cikarang, telah berjualan terompet musiman di lokasi itu selama sekitar 20 tahun. Menurut mereka, penjualan terompet tahun ini cenderung sepi dan lesu. (FOTO : Republika/Prayogi)
Pedagang menata terompet yang dijual di kawasan Jalan Pintu Besar Selatan, Glodok, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Menurut penjual hingga hari ini, penjualan baru mencapai sekitar 200 terompet sejak mulai berdagang pada 6 Desember lalu, sebagian besar dijual kepada pedagang langganan. Dengan modal awal sekitar Rp2,5 juta, mereka mengaku belum mencapai titik balik modal, berbeda dengan tahun lalu yang telah kembali sekitar setengahnya. (FOTO : Republika/Prayogi)
Pedagang menyelesaikan pembuatan terompet yang dijual di kawasan Jalan Pintu Besar Selatan, Glodok, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Menjelang malam pergantian tahun, para pengrajin sekaligus penjual terompet musiman mulai berdatangan ke kawasan tersebut. Biasanya mereka mampu memproduksi hingga 1.000 terompet, namun tahun ini hanya sekitar 600 buah. Hingga hari ini, penjualan baru mencapai sekitar 200 terompet sejak mulai berdagang pada 6 Desember lalu, sebagian besar dijual kepada pedagang langganan. (FOTO : Republika/Prayogi)
Pedagang menanti pembeli terompet di kawasan Jalan Pintu Besar Selatan, Glodok, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Menurut pedagang, penjualan terompet tahun ini cenderung sepi dan lesu. Biasanya mereka mampu memproduksi hingga 1.000 terompet, namun tahun ini hanya sekitar 600 buah. Hingga hari ini, penjualan baru mencapai sekitar 200 terompet sejak mulai berdagang pada 6 Desember lalu, sebagian besar dijual kepada pedagang langganan. (FOTO : Republika/Prayogi)
Pedagang terompet Rojali menyelesaikan pembuatan terompet yang dijual di kawasan Jalan Pintu Besar Selatan, Glodok, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Rojali dan Lantur, pedagang terompet asal Cikarang, telah berjualan terompet musiman di lokasi itu selama sekitar 20 tahun. (FOTO : Republika/Prayogi)
Warga melihat terompet yang dijual di kawasan Jalan Pintu Besar Selatan, Glodok, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Menjelang malam pergantian tahun, para pengrajin sekaligus penjual terompet musiman mulai berdatangan ke kawasan tersebut. Menurut pedagang, penjualan terompet tahun ini cenderung sepi dan lesu. (FOTO : Republika/Prayogi)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pedagang terompet menanti pembeli di Jalan Pintu Besar Selatan, Glodok, Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Biasanya pedagang mampu memproduksi hingga 1.000 terompet, namun tahun ini hanya sekitar 600 buah.
Hingga hari ini, penjualan baru mencapai sekitar 200 terompet sejak mulai berdagang pada 6 Desember lalu, sebagian besar dijual kepada pedagang langganan.
Rojali dan Lantur, pedagang terompet asal Cikarang yang telah berjualan terompet musiman di lokasi itu selama sekitar 20 tahun mengatakan, penjualan terompet tahun ini cenderung sepi dan lesu.
sumber : Republika