Selasa 17 Mar 2026 10:00 WIB

Empat Bulan Pascabencana, Warga Aceh Masih Gunakan Jembatan Darurat

Warga berharap agar segera dibangun jembatan permanen .

Red: Edwin Dwi Putranto

Seorang bocah melintasi jembatan darurat di Desa Tetingi, Pantan Cuaca, Gayo Lues, Aceh, Senin (16/3/2026). Jembatan darurat yang dibangun oleh warga tersebut dapat membahayakan warga yang melintas karena hanya menggunakan bahan bangunan seadanya dari sisa bencana longsor dan banjir bandang 4 bulan lalu, sehingga warga berharap agar segera dibangun jembatan permanen di wilayah itu. (FOTO : ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Seorang bocah melintasi jembatan darurat di Desa Tetingi, Pantan Cuaca, Gayo Lues, Aceh, Senin (16/3/2026). Jembatan darurat yang dibangun oleh warga tersebut dapat membahayakan warga yang melintas karena hanya menggunakan bahan bangunan seadanya dari sisa bencana longsor dan banjir bandang 4 bulan lalu, sehingga warga berharap agar segera dibangun jembatan permanen di wilayah itu. (FOTO : ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Warga melintasi jembatan darurat di Desa Tetingi, Pantan Cuaca, Gayo Lues, Aceh, Senin (16/3/2026). Jembatan darurat yang dibangun oleh warga tersebut dapat membahayakan warga yang melintas karena hanya menggunakan bahan bangunan seadanya dari sisa bencana longsor dan banjir bandang 4 bulan lalu, sehingga warga berharap agar segera dibangun jembatan permanen di wilayah itu. (FOTO : ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, GAYO LUES -- Warga melintasi jembatan darurat di Desa Tetingi, Pantan Cuaca, Gayo Lues, Aceh, Senin (16/3/2026).

Jembatan darurat yang dibangun oleh warga tersebut dapat membahayakan warga yang melintas karena hanya menggunakan bahan bangunan seadanya dari sisa bencana longsor dan banjir bandang 4 bulan lalu, sehingga warga berharap agar segera dibangun jembatan permanen di wilayah itu.

sumber : Antara Foto
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement